Luhut Didatangi Bos MSCI Sampai 2 Jam, Bahas Hal Ini

Luhut Didatangi Bos MSCI Sampai 2 Jam, Bahas Hal Ini

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 13 Feb 2026 10:44 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: Andi Hidayat/detikcom
Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku kedatangan tamu dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku banyak membahas tentang reformasi pasar modal.

Diketahui, MSCI beberapa waktu lalu menyoroti tentang transparansi pasar modal. Peringatan MSCI ini kemudian direspons negatif oleh pelaku pasar yang tercermin dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"MSCI menjadi momentum total untuk capital market reform, karena ini kemarin Morgan Stanley datang ke kantor saya. Kami diskusi hampir 2 jam," ungkap Luhut dalam acara Dinamika Ekonomi Global dan Nasional di Kantor DEN, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Luhut menjelaskan langkah digitalisasi yang tengah didorong oleh pemerintah. Digitalisasi ini dilakukan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan hingga penyaluran bantuan sosial (bansos).

ADVERTISEMENT

Digitalisasi ini dilakukan berdasarkan hasil asistensi bersama World Bank hingga penelitian Harvard Institute. Luhut pun menegaskan ke MSCI, tidak ada masalah yang tengah dihadapi Indonesia.

"Saya bilang sama dia, sekarang Indonesia sedang melanjutkan government technology. Kita sudah melakukan piloting satu di Banyuwangi. Kita tahu sekarang, kita paham setelah Banyuwangi sekarang. Betapa banyak salah kita. Dan sekarang kita perbaikin. Misalnya, bansos itu 77% of target. Anda bayangin 77%. Nah ini kita perbaikin," ungkapnya.

Luhut juga menyampaikan, Indonesia tengah mereformasi pasar modal Indonesia. Dalam reformasi tersebut, pemerintah tengah mencari sumber daya manusia (SDM) muda yang tidak mudah disogok. Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan AI untuk menghindari manipulasi.

"Saya bilang sama dia, kita mau reform, kita ada usul ke Presiden supaya kapital market ini direform. Manusianya dicari yang muda, yang sekalian cari dari yang muda, yang paham uang, yang sulit untuk disogok-sogok dan digunakan AI, berbasis AI, supaya makin sulit untuk dipermainkan," imbuhnya.

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads