Dahlan Iskan Minta BUMN Dapat Jatah Impor Daging dan Sapi Hidup

Dahlan Iskan Minta BUMN Dapat Jatah Impor Daging dan Sapi Hidup

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 01 Mar 2013 11:33 WIB
Dahlan Iskan Minta BUMN Dapat Jatah Impor Daging dan Sapi Hidup
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan lampu hijau untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat jatah kuota impor bibit sapi bakalan. Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro senang dengan sinyal tersebut.

"Kalau perlu sekalian impor dagingnya lah. Lebih baik kalau RNI diizinkan juga untuk impor daging karena impor daging itu labanya besar sekali. Labanya akan digunakan untuk menternakan sapi. Jangan petani diminta terus untuk anak sapi ini cara yang bisa bikin rugi," ungkap Dahlan kepada detikFinance saat ditemui di kereta Argojati, Kamis (28/2/2013).

Dahlan pun menuturkan sejak dirinya menjabat sebagai menteri BUMN, hal yang paling menyulitkan adalah mencari bibit sapi. Oleh karena itu, ia menyambut positif langkah Kemendag akan mengizinkan BUMN melakukan importasi bibit sapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang dari pertama saya menjadi Menteri BUMN satu tahun ini, urusan sapi agak all out ternyata problem utama adalah kurangnya bibit sapi. Sehingga kalau dulu BUMN bertekad untuk penggemukan sapi sampai 100.000 ekor dalam 1 tahun ternyata tidak mudah. Mencari bibit itu tidak gampang dari 100.000 itu paling dapat 20.000. Berarti ini bibit menjadi persoalan di negeri ini. Oleh karena itu BUMN lebih memeperhatikan bibit dan penggemukan. Kalau RNI juga bergerak dibidang itu akan sangat baik. Karena kalau BUMN menggemukan sampai 100.000 petani bisa fokus gemukan sapi mereka," tuturnya.

Sementara itu Dirut RNI Ismed Hasan Putro memberikan apresiasi kepada pemerintah untuk melakukan importasi bibit sapi. Untuk tahun pertama, ia meminta izin impor sebanyak 25.000 sapi betina produktif dan 60.000 sapi bakalan untuk digemukan.

"Saya sangat apresiasi kalau peluang itu diberikan kepada kami. Ini misi kami untuk kepentingan memberantas praktik kartel. Kita minta di tahun pertama itu 25.000 untuk sapi betina produktif dan 60.000 untuk sapi penggemukan. Ini diperlukan untuk merespons untuk kesulitan sapi untuk nasional. Setiap Kg sapi yang kami impor kami juga akan ternakan untuk jangka panjang. Besok dikasih, kita akan impor infrastruktur sudah siap," katanya.

Namun Ismed juga meminta untuk diberikan izin melakukan impor daging sapi beku. "Supaya saya bisa subsidi kalau bibit yang kita impor terus bisa rugi saya dan bisa tersandera. Kalau pemerintah untuk importir daging saya harus dapatkan. Saya sama-sama anak negeri sama dengan swasta," tandasnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads