"Kalau perlu sekalian impor dagingnya lah. Lebih baik kalau RNI diizinkan juga untuk impor daging karena impor daging itu labanya besar sekali. Labanya akan digunakan untuk menternakan sapi. Jangan petani diminta terus untuk anak sapi ini cara yang bisa bikin rugi," ungkap Dahlan kepada detikFinance saat ditemui di kereta Argojati, Kamis (28/2/2013).
Dahlan pun menuturkan sejak dirinya menjabat sebagai menteri BUMN, hal yang paling menyulitkan adalah mencari bibit sapi. Oleh karena itu, ia menyambut positif langkah Kemendag akan mengizinkan BUMN melakukan importasi bibit sapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Dirut RNI Ismed Hasan Putro memberikan apresiasi kepada pemerintah untuk melakukan importasi bibit sapi. Untuk tahun pertama, ia meminta izin impor sebanyak 25.000 sapi betina produktif dan 60.000 sapi bakalan untuk digemukan.
"Saya sangat apresiasi kalau peluang itu diberikan kepada kami. Ini misi kami untuk kepentingan memberantas praktik kartel. Kita minta di tahun pertama itu 25.000 untuk sapi betina produktif dan 60.000 untuk sapi penggemukan. Ini diperlukan untuk merespons untuk kesulitan sapi untuk nasional. Setiap Kg sapi yang kami impor kami juga akan ternakan untuk jangka panjang. Besok dikasih, kita akan impor infrastruktur sudah siap," katanya.
Namun Ismed juga meminta untuk diberikan izin melakukan impor daging sapi beku. "Supaya saya bisa subsidi kalau bibit yang kita impor terus bisa rugi saya dan bisa tersandera. Kalau pemerintah untuk importir daging saya harus dapatkan. Saya sama-sama anak negeri sama dengan swasta," tandasnya.
(wij/hen)











































