Persoalan akses ke perbankan belum tuntas, peternak juga mengeluhkan masih tingginya bunga kredit yang harus ditanggung jika kredit cair. Demikian diungkapkan oleh Koordinator Sarjana Membangun Desa (SMD) dan Komisaris produk daging, PT Esemde, Yongki kepada detikFinance di Kementan, Jumat (1/3/2013).
"Di sini sekitar 18% bunga kredit petani, kalau kita bilang ke bank sebagai peternak sapi, kita nggak dilayani. Kalau di Australia makanan ternak di subsidi dan kredit murah 2%-3%," tutur Yongki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang sudah mulai kredit murah, tapi masih ada bank yang belum ngerti dan rumit prosesnya. Masalah agunan, selama ini dianggap kurang menjanjikan," sebutnya.
Sementara itu, di tempat yang sama Menteri Pertanian Suswono menjelaskan tentang akses kredit kepada peternak sapi. Saat ini, pemerintah telah menyalurkan beberapa program kredit lunak dengan bunga 4% sampai 5% seperti kredit usaha pembibitan sapi (KUPS) atau Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE). Tetapi di lapangan, ia mengakui para petani masih mengalami kendala soal agunan.
"Sapi itu bisa agunan, tapi di dalam praktik belum bisa, oleh perbankan tetap diminta anggunan di luar sapi," cetusnya.
(hen/dru)











































