"Siapa yang mau bertanya kepada saya?" tanya Dahlan kepada guru dan siswa di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/3/2013).
Menanggapi Dahlan, dengan cepat guru dan siswa mengangkat tangan dan langsung bertanya kepada mantan Dirut PLN ini. Banyak di antara mereka yang mengeluhkan fasilitas sekolah yang tidak layak untuk dihuni puluhan siswa untuk belajar. Lalu bagaimana tanggapan Dahlan ?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Dahlan juga mengomentari keluhan guru dan siswa dari Papua, Ketapang, dan Simeuleu (Aceh) terkait masalah listrik dan internet.
"Kemarin kami rapat di Menko agar PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) diprioritaskan di Timur Indonesia bukan di Pulau Jawa. Saya akan sampaikan keluhan ini di Menteri ESDM. Untuk internet saya minta Telkom atasi ini. Ini gampang untuk Telkom, karena mereka labanya Rp 13 triliun," ujarnya.
Kemudian di akhir kalimat, Dahlan mengingatkan, untuk berprestasi ia tidak percaya dengan faktor tempat. Menurutnya di manapun kita berada, kita bisa berprestasi.
"Apakah permintaan bisa dipenuhi, yang penting ke sini dulu (Jakarta), bukan untuk merasa rendah diri. Seharusnya bangga kami datang dari pulau terpencil dan jauh datang ke sini. Untuk bisa beprestasi bisa di manapun tempatnya dan saya tidak percaya tempat menentukan prestasi. Kepada siswa yang mempunyai prestasi harus mempunyai kelakukan yang baik agar masa depannya pasti cerah," cetusnya.
(wij/dnl)











































