Dia berpendapat, hal ini merupakan suatu dilema bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat, apakah menaikkan harga BBM atau tetap dengan harga yang berlaku sekarang.
"Kalau tidak dinaikkan ada problem, kalau belum menaikkan itu juga suatu problem," ungkap Oesman saat ditemui di acara Rapat Dewan Pertimbangan Kadin di Hotel Manhattan Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta, Kamis (14/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Resiko harus diambil, yang mana yang menguntungkan rakyat," tegasnya.
Dia sendiri berpendapat, dalam kondisi rakyat yang saat ini serba kesusahan. Di tengah harga beberapa komoditi yang terus melonjak, ditambah kenaikkan-kenaikkan lain seperti tarif listrik dan gas, pemerintah harus betul-betul teliti dalam mengambil keputusan.
"Kalau Kadin bilang dalam kondisi masyarakat ini tertimpa daging, tertimpa bawang, jangan sampai lagi tertimpa minyak," ujar Oesman seperti mengisyaratkan.
(ze/dru)










































