5. Garam
|
|
Australia menyetor garam dengan volume 145 ribu ton atau US$ 5,9 juta. Lanjut ke India dengan 47 ribu ton atau US$ 1,97 juta. Singapura sebesar 1 ton atau US$ 10 ribu, Jerman 21 ton atau US$ 19 ribu dan Selandia Baru 96 ton atau US$ 31 ribu serta negara lainnya 53 ton atau US$ 12 ribu.
4. Kedelai
|
|
Kedelai dari Amerika Serikat tetap masih dominan dengan 71 ribu ton atau US$ 43,8 juta. Kemudian Malaysia 1048 ton atau US$728 ribu, Argentina dengan 442 ton atau US$ 252 ribu, Ukraina 1032 ton atau US$ 656 ribu dan Kanada 40 ton atau US$ 36 ribu serta negara lainnya 30 ton atau US$ 20 ribu.
3. Tepung terigu
|
|
Indonesia mengimpor komoditi ini dari Srilanka sebesar 10 ribu ton atau US$ 5,1 juta. Selain itu, Ukraina dengan 1643 ton atau US$ 691 ribu, Turki 733 ton atau US$ 250 ribu, India 2381 ton atau US$ 1,01 juta, dan Vietnam 440 ton atau US$ 244 ribu serta negara lainnya 682 ton atau US$ 307 ribu.
2. Jagung
|
|
Selanjutnya, Brazil dengan 32 ribu ton atau US$10,6 juta, Paraguay 6500 ton atau US$2,07 ton, Argentina 2128 ton atau US$ 684 ribu, Pakistan 1400 ton atau US$ 406 dan negara lainnya 193 ton atau US$ 269 ribu.
1. Beras
|
|
Beras Vietnam mencatatkan volume berasnya ke Indonesia sebesar 9725 ton atau US$ 6,2 juta. Thailand adalah negara selanjutnya dengan 6225 ton atau US$ 4,59 juta, Pakistan 17 ribu ton atau US$ 7,1 juta, India 570 ton atau senilai US$ 434 ribu, Amerika Serikat 55 ton atau US$ 93 ribu dan negara lainnya 16 ton atau US$ 38 ribu.
Halaman 2 dari 6











































