Ketua Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya Sarman Simanjorang menuturkan jika tidak ada kuota daging impor tambahan, maka harga daging sapi bisa melesat ke harga Rp 150.000/kg.
"Tanggal 7 Juli kita masuk bulan puasa dan pemerintah harus menghitung kebutuhan daging menjelang Idul Fitri. Kami khawatir harga bisa sampai Rp 150.000/kg. Kami sudah mengingatkan pemerintah untuk mengkaji dan tidak santai-santai saja. Ini harus segera ditambah dong," ungkap Sarman di Hotel Grand Melia Jakarta, Senin (8/04/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi begini proses izin ini sudah keluar dari semester kedua tahun 2012 tetapi kenapa resapan rendah? Itukan (80 ribu ton) jatah untuk satu tahun sedangkan untuk pemerintah belum ada tambahan. Jadi para importir harus menyesuaikan jadwal karena tidak ada tambahan," imbuhnya.
Sarman menuturkan pengusaha yang penting adalah mendapatkan kepastian dari pemerintah. Apabila ada tambahan daging di tahun 2013, maka ada dua dampak yang akan terjadi.
"Kapasitas gudang mereka (para importir daging) besar tetapi stok sedikit. Ada dua dampaknya, importir akan segera realisasikan dan serap kemudian para peternak sapi menjual sapi mereka. Jadi harus ada kajian dan evaluasi. Kalau jumlah sekarang segitu jadi harus ada tambahan. Jangan nanti ada daging ilegal dari India. Semua kita kembali kepada pihak pemerintah. Jadi kita irit-irit kuota untuk satu tahun. Saat ini tidak ada jaminan dan harus kembalikan kepada pemerintah," tukasnya.
(wij/hen)











































