Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Terpadu Pulogebang Tiodor Sianturi mengatakan terminal ini dibangun di atas lahan seluas 14,01 hektar. Untuk urusan akses, terminal ini terhubung langsung dengan akses jalan tol dan jembatan layang (flyover).
Fasilitas di terminal ini akan memanjakan para pengunjung, misalnya pengguna kendaraan tak perlu jauh-jauh mencari tempat pengisian BBM karena di terminal ini juga disediakan fasilitas SPBU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang melebihi, disini juga kan masih banyak tempat, masih luas," kata Tiodor kepada detikFinance, di kantornya, di Bagian UPT Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2013).
Untuk urusan ketertiban, pihaknya juga menyediakan satu lantai khusus untuk akses keluar masuk penumpang. Hal ini dilakukan agar penumpang dan kendaraan tidak berbaur.
"Pemisahan antara kendaraan dan arus penumpang. Untuk fungsi keamanan penggerak. Akses penumpang lewat jalan penghubung, ada lift atau eskalator. Ada lantai penghubung untuk lalu lintas penumpang, di lantai mezanine sambil menikmati berbagai fasilitas di lantai ini seperti toko-toko ritel atau pun hipermarket," katanya.
Terminal yang akan dioperasikan penuh akhir tahun ini, juga dilengkapi dengan kamera LED di setiap lantai dan gedungnya, sehingga segala kegiatan bisa terpantau dan terekam dengan jelas.
“Pengunjung bisa dimanjakan sehingga tidak seliweran. Ada departmen store, retail, pool AKAP, mal, gedung keberangkatan, mushola, ada lantai penghubung perpindahan penumpang, ada ruang istirahat sopir, tempat parkir 500 kendaraan, ada food court di lantai 3. Untuk perjalanan yang ke luar kota jadi tidak perlu ke tempat lain. Mampir ke sini mau beli oleh-oleh keperluan sudah tersedia di sini,” jelasnya.
(hen/hen)











































