Pria yang akrab disapa Jokowi ini mencontohkan, saat Pemprov DKI akan menambah armada bus untuk Trans Jakarta, prosedur pengadaan barang atau tender, terbilang sangat bertele-tele padahal kebutuhan sudah sangat mendesak.
Β βKita mau ngejar agar jumlahnya terpenuh, itu butuh waktu. Kita duitnya saja siap, harus nunggu sampai November. Itulah pemerintahan,β tutur Jokowi ketika ditemui detikFinance akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βTerkendala prosedur administrasi. Ada permen, ada perda, ada perpres atau keppres, ada UU transportasi. Kira-kira seperti itu,β tambahnya.
Hal ini, tentunya bertolak belakang, saat pria berperawakan tinggi dan kurus ini, menjadi seorang pengusaha. Segala macam keputusan bisa diambil dengan cepat tanpa harus tertahan oleh birokrasi.
βKalau swasta, duit ada, saya besok langsung beli. Ini yang kadang-kadang masyarakat nggak ngerti. Prosedur di birokrasi, itu aduh,β pungkasnya.
(hen/ang)











































