Zein salah seorang pedagang daging sapi menuturkan tingginya harga daging sapi sudah berlangsung usai perayaan Hari Raya Idul Fitri Agustus 2012 silam.
"Harga daging sapi bertahan usai perayaan Idul Fitri Agustus 2012 yang lalu. Ini perlu diapresiasi karena kegagalan pemerintah menurunkan harga daging sapi," ungkap Zein sinis saat ditemui detikFinance di Pasar Tradisional Sungai Bambu Jakarta Utara, Senin (15/04/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya harga kembali normal di angka Rp 70-75.000/kg tetapi sampai saat ini harga masih Rp 95.000/kg. Jelas ada permainan monopoli yang dilakukan beberapa orang yang mempunyai kepentingan untuk terus mencari keuntungan dari adanya kenaikan harga ini," tuturnya.
Sebagai pedagang, ia mengaku cukup merugi karena tingginya harga daging sapi saat ini. Penurunan omset penjualan menurutnya diperkirakan mencapai 50%.
"Selama harga daging tinggi, tinggi pula tingkat omset yang didapat para pedagang. Saat ini ada penurunan omset sekitar 50%. Kalau harga daging normal di angka Rp 70-75.000/kg kita bisa jual per hari sampai 400 kg. Sedangkan saat ini kita hanya menjual 200 kg," jelasnya.
(wij/hen)










































