Bisnis Migas Indonesia Masuki Masa Kritis
Selasa, 12 Okt 2004 16:58 WIB
Jakarta -
Meski memiliki cadangan yang potensial, sektor migas Indonesia diyakini akan memasuki masa kritis. Kekhawatiran itu terjadi karena minimnya investasi baru yang masuk ke sektor tersebut, sehingga produksi migas cenderung menurun beberapa tahun terakhir ini. Padahal di satu sisi kebutuhan semakin meningkat. Apalalagi sektor migas saat ini masih merupakan salah satu sektor andalan APBN dengan memberikan kontribusisetidaknya 25 persen.Demikian diungkapkan Presiden Direktur PT Star Energy Supramu Santosa dan Komisaris PT Caltex Pacific Indonesia Humayunbosha dalam workshop migas yang diselenggarakan BP Migas di Gedung Patra Jasa, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa, (12/10/2004)."Dunia perminyakan kita sudah kritis. Subdidi meningkat, demand naik sementara produksi terus turun. Tapi kita masih potensi walaupun saat ini banyak lapangan berproduksi yang sudah mature," jelas Supramu.Menurutnya, potensi migas terbesar saat ini berada di wilayah bagian Timur, sementara di wilayah bagian barat cenderunga terbatas. "Tapi untuk kelola KTI butuh biaya yang tinggu mengingat resikonya juga tinggi. Ini hanya dapat dilakukan oleh perusahaan asing karena modalnya paling tidak mencapai US$50 juta. Tak mungkin dilakukan perusahaan nasional," jelasnya.Ditambahkan Humayunbosha yang juga mantan Presiden Direksi CPI, meskipun memiliki potensi yang tinggi tapi investasi bisa terhambat secara serius akibat resiko politik dan buruknya kebijakan fiskal."Jadi pemerintah harus memberikan kebijakan yang kondusif, seperti menurunkan biaya termasuk efisiensi birokrasi serta memberikan insentif bagi investasieksplorasi daerah baru," kata Humayun. Selain itu, lanjutnya, pemerintah dituntut juga melakukan transparansi dan sharing risk."Ini langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan pemerintah. Yang pasti, di Indonesia saat ini sudah banyak major player yang melakukan investasi. Pemerintah harus melihat mereka sebagai aset," katanya.
(mi/)










































