"Masalahnya kalau BLT itu kan kita tidak bisa memantau itu digunakan dengan tepat atau tidak. Mungkin bagi masyarakat kurang mampu tidak dengan uang tunai melainkan dengan fasilitas lain seperti biaya sekolah murah bahkan gratis, dan jaminan kepastian pelayanan kesehatan. Harus ditekankan pelaksanaannya kepada efektivitasnya. Dan yang terpenting semua itu butuh pemantauan," kata Ketua Umum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir saat dihubungi, Selasa (30/4/2013).
Husna mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi bakal membuat pengeluaran masyarakat meningkat karena harga barang-barang bakal ikutan naik. Demikian juga untuk tarif angkutan yang diperkirakan akan naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya, sepanjang jaminan kesehatan dan pendidikan ditingkatkan seiring naiknya harga BBM maka itu cukup. Tapi bisa juga dikucurkan kompensasinya ke sektor lain yakni bagi transportasi publik. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana agar kendaraan umum kenaikan tarifnya bisa ditekan," papar Husna.
(dnl/hen)