Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan III 2004 Capai 4,9 Persen

Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan III 2004 Capai 4,9 Persen

- detikFinance
Rabu, 13 Okt 2004 10:00 WIB
Jakarta - BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2004 mencapai 4,9 persen. Dan sampai dengan akhir tahun 2004, diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mendekatai batas atas perkiraan awal sebesar 4,5 sampai 5 persen.Demikian salah satu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulanan yang diterima detikcom, Rabu (13/10/2004).Namun demikian, pola pertumbuhan ekonomi masih belum berimbang, dimana konsumsi terutama konsumsi swasta masih menjadi pendorong utama pertumbuhan. Sementara investasi meski belum bisa meningkatkan kapasitas ekonomi, meski sudah mulai menunjukkan peningkatan. Dalam triwulan III 2004, investasi tumbuh sebesar 8,3 - 8,8 persen. Peningkatan investasi ini terutama didorong oleh konsumsi dan dukungan pembiayaan perbankan serta pasar modal.Sedangkan ekspor tumbuh terbatas karena masih rendahnya kapasitas dan daya saing terkait dengan masih terbatasnya investasi. Sementara impor masih tumbuh tinggi seiring masih tingginya permintaan domestik.BI juga menilai perkembangan kondisi ekonomi makro sampai triwulan III tahun 2004 masih stabil. Meski perkembangan eksternal cukup kondisif, namun belum tumbuh secara optimal dimanfaatkan oleh ekonomi domestik yang terlihat dari pertumbuhan ekspor Indonesia yang masih lebih rendah dibandignkan dengan kawasan regional lainnya. Hal ini disebabkan karena nmsih terbatasnya peningkatan kapasitas dan daya saing.Dengan masih terbatasnya kapasitas ekonomi serta ketidakseimbangan pola ekspansi ekonomi yang masih didominasi oleh peningkatan konsumsi domestik, maka perkembangan ekonomi ke depan mengandung risiko tekanan pada kestabilan ekonomi khususnya pada tingkat harga. Melihat perkembangan tersebut, maka BI akan tetal melanjutkan kebijakan moneter yang cenderung ketat atau tight bias. Hal ini ditempuh agar tetap bisa menekan inflasi pada tingkat yang rendah dalam jangka menengah. BI juga akan tetap berupaya untuk menyerap kelebihan likuiditas secara optimal dengan tetap memberikan fleksibilitas bagi perubahan suku bunga. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads