Buruh Jangan Anarkis, Pemerintah Sudah Beri Banyak Hadiah

Buruh Jangan Anarkis, Pemerintah Sudah Beri Banyak Hadiah

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 01 Mei 2013 10:15 WIB
Buruh Jangan Anarkis, Pemerintah Sudah Beri Banyak Hadiah
Foto: Wiji-detikFinance
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) meminta aksi buruh hari ini berjalan tertib dan aman. Dalam setahun ini, buruh sudah diberikan banyak hadiah dari pemerintah. Apa saja hadiah itu?

"Menakertrans sudah memberikan peraturan baru soal upah dan outsourcing. Sehingga pemerintah sudah banyak kasih hadiah untuk buruh jadi aksi hari ini jangan anarkis. Sehingga bisa memperingati hari buruh dengan cara yang bermanfaat," ungkap Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Irianto Simbolon saat membuka acara May Day Carrefour berbagi dalam kebersamaan di Carrefour Kasablanka, Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Seperti diketauhi, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengeluarkan Permenaker No.13/2012 yang menyangkut soal upah minimum dan Permenaker No. 19/2012 terkait outsourcing. Kemudian Irianto juga mengungkapkan, baru-baru ini buruh juga menerima kado spesial dari Presiden SBY yaitu May Day dijadikan hari libur nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin Pak Presiden memberikan kado spesial libur nasional setiap tanggal 1 Mei yang dimulai 2014," imbuhnya.

Sehingga, Irianto menganjurkan semua kegiatan yaang berhubungan dengan buruh dan pengusaha harus diselesaikan secara bipartit. Andaikan tidak ada titik temu kesepakatan, pemerintah siap melakukan mediasi dengan melakukan dialog tripartit.

"Pemerintah sekarang senang karena perusahaan dapat mengelola tenaga kerja dengan baik. Kalau ada masalah segera diselesaikan dengan bipartit jika tidak bisa, kami bisa membantu untuk memediasi dengan dialog tripartit. Jelasnya bagaimana hubungan industrial diharuskan aktif," tandasnya.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads