Menurut Gita, bila daging impor didatangkan dalam jumlah yang besar, maka harga daging sapi di dalam negeri akan segera turun.
"Kita sudah berbicara untuk mereka mendapatkan jatah. Ini kan izinnya diproses di kemendag dan kita akan duduk dengan mereka. Dan semangat kita semua untuk membuka kuota-kuota tertentu untuk daging sapi yang tidak diproduksi di dalam negeri. Hitungan Bulog saya kira masuk akal, tetapi semakin banyak (daging impor) akan semakin menurunkan harga," jelas Gita saat ditemui di Hotel JW Marriot Jakarta, Kamis (16/05/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga daging masih bertengger di harga Rp 90-100 ribu/kg. Ini terlalu mahal bagi rakyat. Rakyat hanya bisa dikisaran Rp 70-75 ribu/kg. Daging sapi tahun lalu hanya Rp 75 ribu/kg ini yang harus kita turunkan. Mesti ambil sikap untuk kenyamanan karena pemerintah ingin menaikkan harga BBM. Apalagi Lebaran dan Ramadhan," katanya.
Ia pun berjanji akan mengeluarkan perhitungan kuota khusus impor daging kepada Bulog dalam waktu dekat.
"Dalam waktu dekat perhitungan itu keluar. Kita ini bukan pro impor atau anti impor tetapi ini kepentingan stabilisasi harga ini. Yang penting daging sapi bisa dibeli masyarakat dan harganya terjangkau," cetusnya.
(wij/hen)










































