Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, 'Balsem' untuk 4 bulan ini sudah cukup untuk melindungi 15,5 juta keluarga miskin pasca kenaikan harga BBM subsidi.
"Ketika dia (harga BBM bersubsidi) naik ke atas, dia punya pengaruh sekitar 4 bulanan. Setelah itu dia akan mengalami penurunan lagi kembali ke awal," ujar Chatib di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (14/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu di dalam 4 bulan itu masih dalam jangkauan, tapi itu kalau dikurangi lagi itu repot karena inflasi itu tentu istilahnya. Tapi kenapa bantalan (Balsem) diberikan 5 bulan waktu itu, kan kita juga harus jaga-jaga dengan lebaran dan puasa," jelasnya.
Chatib menyatakan, dana yang besar untuk pemberian 'Balsem' ini mampu menjangkau masyarakat yang mendekati miskin. Namun, selain dana tersebut, pemerintah sangat perlu menjaga pasokan dan barang agar inflasi tetap terjaga di 7,2%.
"Balsem-kan besarnya Rp 150 ribu selama 4 bulan, itu diberikan kepada 15,5 juta rumah tangga sasaran. Hitungannya satu rumah tangga 4 orang. Jadi kalau kalian kalikan 15,5 juta itu kan besar sekali porsinya itu diberikan kepada 25 persen penduduk terbawah. Jadi bukan hanya yang paling miskin," tandasnya.
(nia/dnl)











































