Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan, aksi kali ini tidak saja dilakukan di Jakarta tetapi serempak akan dilakukan di Bekasi, Depok, Tangerang, Serang, Cilegon, Karawang, Purwakarta, Subang, Cimahi, Bandung, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Gresik, Probolinggo, Medan, Deli Serdang, Aceh, Batam, Bintan, Karimun, Gorontalo, Makassar, Manado, dan Samarinda.
Menurut Said, aksi ini dilakukan sebagai respons atas rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM subsidi, yang berdampak pada tergerusnya upah buruh
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalangan buruh menilai, kenaikan harga BBM jenis premium sebesar Rp 2.000/liter dan solar sebesar Rp 1.000/liter bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi jebolnya APBN 2013 karena defisit anggaran sebesar Rp 240 triliun. Termasuk di dalamnya dana Balsem (Bantuan Langsung Sementara), yang didapat dari utang baru pemerintah.
Artinya, rakyat akan diberikan tambahan hutang yang jumlahnya sudah di atas Rp 2.000 triliun.
Lebih lanjut, Said dengan tegas menolak kenaikan harga BBM subsidi dan mendesak pemerintah membatalkan kenaikan tersebut, demikian juga pemberian Balsem yang akan memiskinkan rakyat secara sistemik. Pihaknya juga akan menuntut kenaikan upah buruh sebesar 50% apabila harga BBM subsidi dinaikkan pemerintah.
Â
"Upah Minimum Provinsi kabupaten/kota 2014 sebesar 50% akibat dampak dari kenaikan harga selama tahun 2013 karena dipastikan inflasi akan menembus 2 digit," katanya.
Â
KSPI dan MPBI akan terus mengorganisir para buruh dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk terus melakukan penolakan harga BBM dan memastikan mogok nasional yang melibatkan 10 Juta buruh selambatnya pada 16 Agustus 2013 saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan nota keuangan di depan DPR.
(/)











































