Pada tahap awal, sekitar 1% bahan bakar pesawat yang digunakan perseroan akan dialihkan menggunakan energi alternatif tersebut.
"Kita gunakan selama ini 700 juta sampai 1,2 miliar (liter) avtur dalam setahun. Jadi kalau bisa, kita dapatkan 1 persen biofuel artinya 10 juta liter. Kalau ada produsen biofuel, saya akan sangat senang sekali, 1 persen itu lebih cukup untuk membuktikan Garuda ikut berpartisipasi dalam program pengurangan emisi karbon," kata Direktur Operasional PT Garuda Indonesia (Tbk) Captain Novianto Herupratomo saat jumpa pers terkait International Green Aviation di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini hanya beberapa maskapai yang mencoba menggunakan bahan bakar ramah lingkungan ini. Mereka yang menggunakan biofuel masih tahap ujicoba.
"Yang sudah coba itu di Eropa, ada yang sampai 50 persen jadi setengah mesinnya pakai avtur, setengah lagi pakai biofuel, ini harus dilakukan selama 6 bulan dalam tahap uji coba," ujarnya.
Selain berupaya untuk lebih ramah lingkungan, pihak Garuda juga telah melakukan berbagai upaya guna menghemat bahan bakar avtur. Setiap tahun terjadi penghematan sekitar 2,3 % bahan bakarnya. Salah satu caranya dengan meremajakan pesawat. Hal ini karena pesawat lama justru membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibandingkan pesawat baru.
"Pesawat makin muda umurnya, makin canggih, maka makin efisien, rata-rata umur pesawat kami 6,2 tahun. Nanti tahun 2015 umur pesawat Garuda harus di bawah 5 tahun," pungkasnya.
(nia/hen)











































