Dibuka Kotak Pengaduan Guna Cegah BUMN Jadi Sapi Perah
Kamis, 21 Okt 2004 18:08 WIB
Jakarta - Guna mengendalikan dan mencegah BUMN dijadikan sapi perahan seperti masa lalu Menneg BUMN Sugiharto memastikan akan membuat kotak pengaduan 5000. Namun dirinya tidak menjamin semua kasus bisa diatasi dengan kotak pengaduan tersebut mengingat pengaduan itu tetap harus disertai bukti yang nyata."Buat saya terlalu prematur mengatakan BUMN sarang korupsi tapi saya harus dan wajib bahkan sudah disumpah untuk menjadikan BUMKN ini lebih baik maka kemungkinan saya akan membuat satu kotak pengaduan 5000 supaya menjadi faktor pencegah atau pengendali kantor kementerian ini menjadi pusat korupsi," kata Sugiharto usai sertijab, Kamis (21/10/2004).Pembuatan kotak pengaduan merupakan salah satu upaya awal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya KKN. Selain itu, pihaknya juga akan membentuk suatu tim yang akan menginvestigasi pengaduan dari kotak pos tersebut."Tapi tidak ada jaminan bahwa mereka akan dihukum dan sebagainya karena harus tetap ada bukti materiil," kata Sugiharto.Sebelumnya Sugiharto juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakuka assesment dan berbicara satu persatu dengan para deputi dan pejabat eselon II dilingkungan Menneg BUMN untuk mereview kinerja dari masing-masing deputi dan eselon tersebut.Hal ini dilakukan untuk menginventarisasi semua masalah. "Jadi dalam 100 hari pertama sedapat mungkin saya bisa bertatap muka satu per satu dengan eselon I dan II dan secara kolektif bisa berdialog dengan pimpinan BUMN baik komisaris maupun direksi. Saya janji akan bahu membahu karena saya diminta utnuk bekerja keras," katanya.
(san/)











































