"Tahun 2015 saat AEC diterapkan, akan banyak konsultan-konsultan asing yang masuk ke Indonesia, jadi saingan kita tidak hanya dengan konsultan lokal tapi juga asing nantinya bebas buka kantor di sini," ujar Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Asep Iskandar ditemui dalam peresmian nama baru Gedung Graha Surveyor Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/6/2013).
Tentunya kata Asep, Surveyor tidak akan tinggal diam menghadapi serbuan konsultan-konsultan asing pada 2015 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu saja, konsultan asing masuk ke Indonesia, Surveyor pun akan lebih banyak ekspansi ke luar negeri, di mana saat ini sudah ada 3 kantor cabang hasil kerjasama operasi dengan PT Sucofindo.
"Kita sudah ada 3 (tiga) kantor cabang dari kerjasama operasi dengan Sucofindo di tiga negara yakni Singapura, Hongkong dan Taiwan," tandasnya.
Sekadar diketahui, awal terbentuknya Surveyor Indonesia sebagai BUMN dari usaha patungan antara pemerintah Indonesia dengan Sucofindo dan Societe Gererale de Surveillance (SGS) Holding SA.
Latar belakang berdirinya Surveyor adalah meneruskan pelaksanaan inspeksi pra-pengapalan (pre-shipment inspection/PSI) yang ditugaskan pemerintah melalui PT Sucofindo kepada SGS yang berakhir masa kontraknya pada 30 April 1991.
Pada 2012 PT Surveyor Indonesia memfokuskan kegiatan usahanya pada pengembangan produk jasa di sektor minyak dan gas bumi, mineral dan panas bumi serta pemerintah. Pengembangan produk dan jasa di sektor tersebut berfokus pada kegiatan survey, inspeksi dan verifikasi.
(rrd/ang)











































