Hatta: Kita Ingin Pembangunan Cepat, Murah dan, Tidak Dikorupsi

Hatta: Kita Ingin Pembangunan Cepat, Murah dan, Tidak Dikorupsi

- detikFinance
Rabu, 03 Jul 2013 16:22 WIB
 Hatta: Kita Ingin Pembangunan Cepat, Murah dan, Tidak Dikorupsi
Jakarta - Pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa jauh lebih cepat dan murah asal tidak dikorupsi. Pernyataan ini dilontarkan Hatta usai meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mankei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (3/7/2013).

"Kita ingin pembangunan cepat dan murah. Contohnya pembangunan tol di Tanjung Priok dan Bali, nggak ada korupsi di situ," ujar Hatta.

Saat ini menurut Hatta pemerintah sedang fokus merampungkan persiapan pembangunan jalan High Grade Highway di Pulau Sumatera. Proyek besar jalan ini akan menghubungkan Provinsi Lampung hingga Aceh yang mempunyai panjang lebih dari 2000 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Hatta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyetujui pembangunan proyek ini dan telah menunjuk BUMN melalui Perpres (Peraturan Presiden) penugasan.

"Presiden sudah menyetujui pembangunan High Grade Highway dan diberikan penugasan kepada BUMN untuk membuat itu. Saya sudah tandatangani penyertaan modal pertama saat saya menjadi Plt Menteri Keuangan sebesar Rp 5 triliun sebagai dana permulaan. Sumatera Utara dan Sumatera Selatan akan diutamakan karena lahannya siap dan akan selesai tahun 2025. Panjangnya lebih dari 2000 km dari Aceh sampai Lampung. Ini menjadi sejarah di zaman SBY jadi tidak hanya Daendles saja yang membuat jalan panjang," ujarnya.

Namun untuk tahap awal di tahun 2013, pemerintah hanya mengalokasikan Rp 2 triliun dari Rp 5 triliun. Sisanya akan dikucurkan tahun 2014 mendatang.

"Rp 2 triliun dulu itu untuk prioritas Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Jadi kita harus merubah pola kita. Selama ini ada dana APBN sebesar Rp 300 triliun yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Kalau yang mengerjakan pemerintah ya jadinya hanya Rp 300 triliun. Tetapi jika Rp 100 triliun saja saya serahkan kepada BUMN maka bisa jadi Rp 1000 triliun. Sementara ini baru Hutama Karya (yang diberikan konsesi pembangunan jalan) tetapi ini terserah PU (Pekerjaan Umum) dengan BUMN," tandas Hatta.

(nia/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads