Beberapa ruas di antaranya masih terkendala masalah lahan, beberapa ruas tol lainnya sudah masuk tahap konstruksi. Selain proyek JORR I dan II, Jakarta juga akan dihubungkan dengan tol-tol alternatif penopang ke kota sekitar Jakarta antaralain Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dan Depok-Antasari (Desari).
Misalnya beberapa ruas JORR II yang mulai dikerjakan antaralain Serpong-Cinere, Kunciran-Serpong, Kunciran-Cengkareng, Cimanggis-Cibitung, Cibitung-Cilincing, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Cinere Jagorawi, termasuk JORR W2 Utara Kebon Jeruk-Ulujami (bagian JORR I).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua mundur 2015, malah Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) pertengahan 2016," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum Achmad Ghani Ghazali kepada detikFinance pekan lalu.
Permasalahan pembebasan lahan merupakan persoalan yang paling krusial. Persoalan tersebut yang terpaksa membuat beberapa proyek tol harus mangkrak. Menurut Ghani, jika sebuah proyek sudah masuk dalam tahap konstruksi, setidaknya membutuhkan waktu 18 bulan untuk penyelesaian.
"Kalau misalkan proses pembebasan tanah ini mudah. Itu lebih enak, tapi proses pembebasan tanahnya nggak mudah itu," kata Ghani.
Sementara itu, aringan JORR II menghubungkan Bandara Soekarno Hatta-Kunciran-Serpong-Cinere-Jagorawi-Cibitung-Cilincing-Tanjung Priok. Meliputi, untuk sisi barat antaralain ruas tol Cengkareng-Kunciran sepanjang 15,2 Km investasi Rp 3,49 triliun, Kunciran-Serpong sepanjang 11,2Km investasi Rp 2,62 triliun, ruas Serpong-Cinere 10,14 Km investasi Rp 2,21 triliun, Cinere-Jagorawi sepanjang 14,6 Km investasi Rp 3,17 triliun.
Kemudian sisi timurnya ada tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 25,4 km investasi Rp 4,5 triliun, Cibitung-Cilincing sepanjang 34,5 km dengan investasi Rp 4,22 triliun. Saat ini yang sudah selesai dibangun dan dioperasikan adalah tol Jagorawi-Cimanggis sepanjang 3,4 Km.
(zul/hen)











































