Butuh Dana Sebesar Ini buat Bangun 14.000 KM Rel Kereta di RI

Butuh Dana Sebesar Ini buat Bangun 14.000 KM Rel Kereta di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 27 Apr 2026 07:25 WIB
Penampakan pembangunan rek kereta ganda di Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra/detikJabar
Jakarta -

Pembangunan jalur kereta api di Indonesia masih butuh investasi besar. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembangunan jalur kereta api sejauh ini belum maksimal karena kesenjangan investasi.

Kesenjangan investasi itu terjadi antara pembangunan jalan dan perkeretaapian yang selama ini masih cukup lebar. Menurutnya investasi untuk kereta api minim, dan selama ini terdapat gap atau selisih besar antara pembangunan infrastruktur perkeretaapian dengan infrastruktur lainnya.

"Kita tidak mengatakan pembangunan jalan tidak penting, tentu tetap harus kita lakukan, tetapi kita juga melihat adanya gap yang signifikan dalam investasi perkeretaapian. Ini yang harus kita koreksi bersama," kata AHY dalam keterangannya, ditulis Minggu (26/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AHY juga mengatakan untuk mewujudkan pengembangan jaringan perkeretaapian hingga sekitar 14.000 kilometer (KM) di Indonesia sesuai rencana nasional butuh investasi sebesar Rp 1.100-1.200 triliun hingga 2045. Rencana itu berupa reaktivasi jalur ataupun pembangunan jalur baru.

Dia menekankan angka sebesar itu tentunya tak bisa dipenuhi hanya dengan mengandalkan APBN. Perlu skema pembiayaan kreatif dengan perlibatan berbagai pihak, tak terkecuali pihak swasta.

"Angkanya memang besar, tetapi ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Harus ada creative financing, kolaborasi dengan swasta, dan keterlibatan berbagai pihak," jelas AHY.

Peran pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan transportasi publik, menurut AHY juga penting untuk dilakukan. Khususnya melalui alokasi anggaran yang lebih proporsional.

"Pendapatan daerah dari sektor transportasi sebenarnya cukup besar, tetapi belanja untuk transportasi publik masih rendah. Ini perlu kita dorong agar lebih seimbang dan tepat sasaran," kata AHY.

Pengembangan Jalur Luar Jawa

Salah prioritas yang mau dilakukan pemerintah adalah mempercepat pengembangan jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa sebagai langkah strategis menekan biaya logistik, mengurangi ketimpangan wilayah, serta memperkuat konektivitas nasional. Jaringan kereta api akan dimaksimalkan di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Dalam konteks pengembangan wilayah, AHY menjelaskan setiap pulau memiliki tantangan dan potensi berbeda. Di Sumatera yang dibutuhkan adalah penguatan jaringan yang sudah dan perluasan jalur baru untuk membentuk jaringan perkeretaapian yang mumpuni bagi masyarakat.

Di Sulawesi sendiri baru ada satu jaringan panjang kereta api yang sedang dikebut pengembangannya. Yang dibutuhkan adalah melakukan integrasi jaringan dengan kawasan industri dan komoditas unggulan.

Sementara itu di Kalimantan sama sekali belum ada jalur kereta api. Pembentukan jaringan kereta api di sana memerlukan pembangunan dari titik nol.

"Kalimantan bahkan belum memiliki jaringan kereta api. Ini menjadi peluang besar bagi kita untuk membangun dari awal dengan perencanaan yang lebih baik, termasuk untuk mendukung logistik dan komoditas," ujar AHY.

Simak juga Video 'Bocoran soal Operator Kereta Cepat Whoosh Bakal Diambil Kemenkeu':

Halaman 2 dari 2
(hal/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads