Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, beberapa komoditas terpaksa diimpor, jika tidak harganya akan terus naik karena pasokan dari dalam negeri memang sangat langka akibat kemarai basah yang menyebabkan gagal panen.
Dalam menghadapi bulan puasa dan menjelang lebaran, impor dilakukan agar harga pangan tidak makin liar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bawang Merah
|
Foto: dok.detikFinance
|
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi pernah mengatakan, dari total 4.000 ton bawang merah impor, sebanyak 2.600 ton didatangkan dari Vietnam dan Thailand dalam waktu dekat.
2. Cabai Rawit
|
Foto: dok.detikFinance
|
Namun Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi pernah mengatakan, dari total 4.000 ton dari Vietnam dan Thailand, yang akan didatangkan baru 1.740 ton dalam waktu dekat.
3. Daging Sapi
|
Foto: dok.detikFinance
|
Selain itu pemerintah juga akan mengimpor daging sapi lewat Perum Bulog. Daging sapi impor oleh Bulog akan dilakukan secara bertahap melalui Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Besarannya sesuai kesepakatan yakni 3.000 ton.
Sementara itu kuota impor sapi bakalan sebanyak 109 ribu ekor di perusahaan penggemukan sapi (feedloter) yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan sampai akhir tahun juga akan dipercepat.
Halaman 2 dari 4










































