Pemerintah akan Lakukan Manajemen Utang Secara Prudent
Senin, 25 Okt 2004 19:59 WIB
Jakarta -
Pemerintah akan melakukan manajemen utang secara prudent. Manajemen utang juga akan dilakukan secara bersama-sama.Demikian disampaikan Menteri Perekonomian Aburizal Bakrie alias Ical kepada wartawan saat ditemui di Departemen Keuangan (Depkeu), Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (25/10/2004)."Manajemen akan dilakukan secara bersama sama dengan kreditur. Kita tidak akan melakukan unilateral," kata Ical.Menurut Ical, posisi utang Indonesia saat ini mencapai 30 persen dari seluruh APBN. Jika utang tersebut interesnya (bunga)-nya bisa diturunkan dan jangka waktu diperpanjang, maka debt service ratio-nya bisa mengecil."Jika debt service ratio-nya mengecil, maka dapat digunakan untuk keperluan yang lain, seperti pendidikan. Pokoknya kita akan melakukan kebijakan ekonomi yang prudent," tukas Ical.Ical juga menegaskan bahwa pemerintah tetap berkeinginan menjaga devisit dalam batas toleransi, sesuai dengan koridor yang telah dilakukan pemerintah saat ini. Dalam upaya membiayai pembangunan ekonomi domestik, pemerintah sangat konsern untuk mengingatkan pendapatan dalam APBN dan menggali sumber-sumber dana lainnya.Peningklatan pendapatan dalam APBN, kata Ical, dapat dilakukan dengan reformasi pajak dan bea cukai. Hal ini tidak saja ditekankan pada ekstensifikasi, tetapi juga hendaknya diutamakan pada pengurangan kemungkinan adanya kebocoran dan inefisiensi.
(djo/)










































