Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah memberikan instruksi untuk mendatangkan 12.500 ekor sapi siap potong dari Australia yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok.
"Saya takut bongkar muat sapi hidup ini terganggu akibat padatnya kapal yang mengantre masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Ketua Umum Asosiasi Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Gemilang Terigan saat berdiskusi dengan media di Perkantoran Megah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Kamis (25/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Bidang Transportasi, Logistik dan Kepelabuhan Sjafrizal BK mengatakan jalan satu-satunya untuk mengantisipasi adalah mempercepat pembangunan Pelabuhan Cilamaya.
"Cilamaya harus dibangun secara cepat, agar tidak terjadi stagnasi di Priok," katanya.
Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan membangun Kawasan Ekonomi Khusus Marunda, sebagai tempat penampungan logistik/kontainer.
"Meniru Busan dan Johor mestinya Priok di back up oleh Marunda. Kita belum punya kawasan ekonomi khusus yang mengatur sistem khusus logistik," ujarnya.
(wij/hen)











































