Pemerintah Naikkan Setoran PPA

Pemerintah Naikkan Setoran PPA

- detikFinance
Sabtu, 30 Okt 2004 11:13 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Jusuf Anwar memastikan, target penerimaan negara dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan dinaikkan. Namun belum ada penjelasan berapa besar kenaikan target tersebut, sedangkan saat ini target penerimaan dari PPA sebesar Rp 2,8 triliun.Jusuf mengungkapkan hal itu usai meresmikan Galeri Keuangan berkaitan dengan Hari Keuangan ke 58 di Gedung Depkeu Lapangan Banteng Jakarta, sabtu,(30/10/2004). Untuk mencapai target tersebut diharapkan PPA bisa melepas saham-saham mayoritas milik pemerintah di bank-bank dan perusahaan yang ada dibawah pengelolaannya."Pemerintah akan punya berbagai saham minoritas di bank-bank dibawah PPA. Soal aset adalah hal pertama yang bisa dilikuidasi dan kita cairkan dalam hal pemerintah memerlukan uang dan ada berbagai sumber untuk menutupnya. Karena saudara 'kan tahu privatisasi makin lama makin sulit dan selalu dipenuhi warna-warni politik," katanya.Aset-aset PPA kata dia, adalah salah satu komponen yang cukup feasible, sehingga kemungkinan pemerintah akan melepasnya melalui mekanisme pasar. Diharapkan dari mekanisme pasar ini penjualan yang didapat lumayan dan bisa disumbangkan ke APBN 2004.Saat in lanjut dia, PPA sedang memusatkan perhatian dan memaintenance aset-aset agar memiliki nilai lebih untuk dijual. "Tapi itu (penjualan) harus kita lakukan dengan bagus, ada bottom linenya dan bottom line itu harus diikuti proses yang baik sesuai aturan transparansi, akuntability dan responsibilty. Jadi semua mulai sekarang mengacu pada good governance," ujarnya.Saat ditanya mengenai berapa target kenaikan dari PPA, dia mengaku kurang mengerti angkanya. Tapi terus terang lanjut dia, yang harus dilakukan saat ini oleh pemerintah adalah bagaimana anggaran bisa dicukupi dan defisit yang ada bisa ditutup. Sehingga makin lama angkanya makin mengecil dan pertumbuhan angkanya makin lama makin besar."Jadi diharapkan nantinya defisit bisa nol persen, kalau semua sudah surplus kita bisa punya ruang gerak yang banyak untuk memberi stimulus dan sebagainya. Jadi sekarang adalah saatnya bekerja dengan penuh optimal," kata dia. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads