Star Air Terbang ke Manado
Senin, 01 Nov 2004 13:01 WIB
Manado - Mulai 4 November, maskapai penerbangan Star Air membuka rute ke Manado, Sulawesi Utara. Pembukaan rute ke Manado ini didasarkan atas potensi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Manado yang pesat. Star Air menargetkan load factor mencapai 86 persen. Bagi penumpang yang berasal dari Jakarta, dapat terbang ke Manado via Surabaya selama tujuh kali seminggu. Selain itu, Star Air juga membuka rute Denpasar-Manado selama tujuh kali seminggu juga."Kita membuka rute ini, karena potensi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Dalam satu tahun belakangan, pusat-pusat bisnis baru dibuka," kata Presiden Direktur Star Air Ale Sugiharto dalam jumpa pers di Hotel Ritzy, Manado, Senin (1/11/2004).Ale mengklaim, keunggulan Star Air dalam rute Manado, harga tiket yang terjangkau. Pasalnya, semua seat yang disediakan berkelas ekonomi. Namun, Ale belum bisa menyebutkan berapa harga tiketnya. Selain itu, kata Ale, Star Air juga memberikan pelayanan-pelayanan, seperti penyediaan makan berat dan juga penyediaan ikat bagasi. Mengenai target penumpang, menurut Ale, Star Air membidik semua kalangan, baik penumpang tujuan bisnis atau pariwisata. "Kita manargetkan tingkat isian penumpang (load factor) sebesar 86 persen dari total tempat duduk 162 kursi," ungkapnya. Target load factor ini, kata Ale, didasarkan pada load factor penerbangan Star Air ke rute-rute lain yang sudah dibuka selama ini. Antara lain, ke Denpasar, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Pekanbaru. "Rata-rata rute itu mencapai 86 persen," jelasnya. Terlalu optimiskah untuk rute Manado, karena persaingan begitu ketat? Ale sangat yakin dengan target itu. Pasalnya, aku Ale, meski penerbangan ke Manado baru dibuka pada 4 November nanti, namun sampai sekarang sudah banyak calon penumpang yang memesan tempat duduk (booking). Selain rute Manado, tanggal 8 November nanti, Star Air juga akan membuka rute Jakarta-Malaysia-Jakarta sebanyak tujuh kali seminggu. Dan tanggal 20 November nanti, menurut dia, Star Air akan menambah satu pesawat lagi. "Setelah ada tambahan satu pesawat, rute Jakarta-Manado nanti tidak perlu transit di Surabaya," kata Ale. Selanjutnya, Star Air juga akan membuka rute Surabaya-Manado via Balikpapan, Jakarta-Kuala Lumpur dua kali sehari, dan Medan-Kuala Lumpur sekali sehari. Salah satu ketidaknyamanan yang terasa dalam penerbangan rute ke Manado, adalah jarak tempat duduk yang terlalu sempit. Maklum, pesawat yang digunakan adalah pesawat bertipe MD-82 yang berkapasitas 162 kursi. "Tapi, pesawat ini lebih besar dibanding pesawat yang digunakan Air Asia," kilah Ale.
(asy/)











































