"Sudah ada informasi nanti akan ada pengurangan pengiriman barang karena importir barang tidak mampu lagi mendatangkan barang dalam jumlah yang besar karena rupiah melemah," ungkap Unit Marketing PT Central Electronik Mita kepada detikFinance, Jumat (23/8/2013).
"Dalam formulir permintaan produk yang kami ajukan setiap harinya, biasanya 20 unit (campuran mulai kulkas, mesin cuci, TV dan AC) mereka (distributor) bisa datangkan. Tetapi mulai awal bulan depan mereka belum berani untuk siap mendatangkan 100%," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih besar kita impor hampir 100% seperti produk mesin cuci, kulkas dan televisi ini. Kalau AC kita masih impor sepenuhnya dari luar," imbuhnya.
Selain dampak pengurangan pasokan barang, ia juga mengeluh karena pembelian produk elektronik saat ini sepi. Omzet penjualan setiap harinya bahkan berkurang hingga 50%.
"Untuk elektronik harganya padahal belum naik. Tetapi penjualan kok sudah sepi sejak puasa kemarin. Apalagi nanti akan naik 5% bisa jadi sangat sepi. Sekarang saja omzet penjualan sudah berkurang hingga 50% apalagi nanti. Banyak cost yang kita keluarkan namun pemasukan pastinya berkurang tajam," cetusnya.
(wij/ang)











































