Hatta Rajasa Curhat Soal 'Hattanomics' dalam Orasi Ilimiahnya di BPPT

Hatta Rajasa Curhat Soal 'Hattanomics' dalam Orasi Ilimiahnya di BPPT

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 26 Agu 2013 10:58 WIB
Hatta Rajasa Curhat Soal Hattanomics dalam Orasi Ilimiahnya di BPPT
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menerima penghargaan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berupa gelar perekayasa utama kehormatan. Hatta menyampaikan orasi ilmiah terkait ekselerasi pembangunan berbasis pengetahuan, optimalisasi kebijakan inovasi.

Dalam orasinya, Hatta mencurahkan penolakannya atas julukan 'Hattanomics' yang disampaikan oleh para investor atau mitra asing. 'Hattanomics' adalah julukan untuk seseorang yang proteksionisme.

"Dalam harian Asia Wall Street Journal dikatakan Hattanomics bercirikan proteksionisme, lebih restricted dan impor barrier serta kurang ramah pada investor asing," ujar Hatta dalam acara Pengukuhan Gelar Kehormatan Perekayasa Utama di gedung BPPT, Jakarta, Senin (26/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, ungkapan itu disebabkan aturan pemerintah soal aturan pelarangan ekspor bahan mentah mineral yang dimulai tahun 2014. Hatta menilai itu adalah pandangan keliru. Karena kebijakan tersebut disusun untuk peningkatan nilai tambah dalam barang ekspor.

"Pandangan itu keliru, yang benar adalah kita ingin agar tata niaga Internasional lebih adil dan kita ingin mengolah kekayaan alam kita lebih bernilai tambah agar tidak hanya neraca perdagangan yang tinggi tapi juga neraca kerja yang tinggi. Agar jangan hanya kuli yang bekerja tapi engineer juga ikut berkarya," jelasnya.

Jika hal itu tidak dilakukan, menurut Hatta juga akan mematikan kreativitas dan inovasi.

"Kebijakan ekonomi yang tidak mendorong berbasis value added hanya akan membuat bangsa kita tidak berdaya saing, mematikan kreativitas dan inovasi. Itulah sebabnya sejak 2014 nanti kita tidak lagi mengizinkan menjual sumber daya mineral kita berupa bahan mentah. Kita wajibkan membangun industri hilir," pungkasnya.

(mkj/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads