Daya Saing RI Naik Peringkat, Hatta: Ini Karena Iptek

Daya Saing RI Naik Peringkat, Hatta: Ini Karena Iptek

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 04 Sep 2013 15:50 WIB
Daya Saing RI Naik Peringkat, Hatta: Ini Karena Iptek
Foto: Hatta Rajasa (dok.detikFinance)
Jakarta - Dalam survei World Economic Forum (WEF) soal peringkat daya saing 148 negara di dunia, Indonesia naik peringkat dari nomor 50 menjadi 38. Pemerintah gembira dengan hasil ini.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, naiknya peringkat daya saing Indonesia karena sejumlah faktor. Namun yang paling utama adalah dari peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

"Ya kita bersyukur daya saing kita meningkat kalau kita bicara daya saing banyak faktor, ada beberapa belas yang diukur. Tapi yang menonjol adalah sebetulnya kemampuan Iptek kita juga sudah meningkat," ujar Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, juga ada peningkatan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengelolaan birokrasi yang lebih baik seperti perizinan usaha.

"Artinya SDM kita meningkat ini yang mempengaruhi, juga di situ ada hal-hal governance (tata kelola), seperti misalkan bagaimana kita mengelola perizinan-perizinan, doing business di Indonesia itu membaik," jelasnya.
Kemudian, juga ada peningkatan pelayanan publik yang dilakukan pemerintah.

"Bagaimana campaign kita mengenai reformasi birokrasi kemudian juga mengedepankan menignkatnya belanja pegawai harus dikaitkan meningkatnya pelayanan publik sehingga orang tidak bisa lagi nambah pegawai yang memberatkan APBN kita kalau tidak bermuara pada meningkatnya pelayanan publik. Ini hal-hal seperti ini itu tentu membawa pengaruh," pungkasnya.

Dalam hasil survei World Economic Forum (WEF) 2013-2014 disebutkan, peringkat daya saing Indonesia naik dari 148 negara yang disurvei oleh WEF. Namun, peringkat Indonesia masih jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia yang menduduki peringkat 24, lalu Brunei yang menempati posisi 26, serta Singapura yang jauh di atas atau menduduki peringkat nomor 2 dunia.

Dalam penjelasannya, WEF mengatakan, peringkat Indonesia bisa naik karena beragam perubahan yang dilakukan. Indonesia dinilai mampu menjaga pertumbuhan ekonominya tetap konstan tinggi dalam 10 tahun terakhir, seperti tahun ini yang masih ditargetkan mampu tumbuh 5,2%.

WEF menilai, sektor infrastruktur di Indonesia juga mulai diperbaiki, seperti penambahan jumlah jalan, pelabuhan, fasilitas air bersih, dan juga pembangkit listrik.

Sektor perburuhan juga dinilai mengalami perbaikan, meskipun masih sedikit. Aturan pengupahan dan juga prosedur PHK mulai diperbaiki. Namun peran tenaga kerja wanita di Indonesia dinilai masih p[erlu ditingkatkan lagi.

Namun ada dua sisi gelap yang jadi perhatian WEF, yaitu soal suap dan kepastian hukum atau keamanan. Dua sisi gelap ini perlu diperbaiki lebih keras lagi.

Di sisi ekonomi makro, defisit dan utang pemerintah dinilai cukup bagus. Kemudian laju inflasi juga berhasil dijaga rendah.

(mkj/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads