Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sempat memasukan area ini ke dalam daftar wilayah paling kumuh di Indonesia urutan 5 besar. Namun, seiring perbaikan yang dilakukan pemkot serta warga setempat, wilayah Bozem Morokrembangan pun sudah lebih cantik.
Yuk, simak hasil pantauan detikFinance di sini.
Bebas sampah
|
"Sudah nggak banjir di sini. Itu ada pompa air dan screen di pintu air. Kalau ada sampah yang lewat, tersangkut di screen lalu diambil petugas DKP," kata Ali Wafa (30) warga Jalan Bozem gang 4.
Tanaman liar dirapikan
|
"Tiap pagi petugas DKP yang membersihkan eceng gondok, mulai jam 7 pagi sampai menjelang sore," kata Bambang, warga Tambak Asri gang 5 Bozem Morokrembangan.
Budidaya lele
|
"Sekali panen, dari benih 1000, kita dapat 900. Kami juga masih pasang surut. Artinya, masih banyak kendala. Tapi alhamdulillah, 2 tahun ini kami bisa panen lebih dari 5 kali," tutur Slamet Hariyadi, Ketua Kelompok Tani 'Cipta Bersama'.
Warga disiplin jaga kebersihan
|
Maka itu, tak heran bila warga sekitar seakan terbiasa dengan kebiasaan baru menjaga kebersihan. Bisa dilihat, setiap rumah di sepanjang kampung pinggiran Bozem diberi tanaman dalam pot. Warga juga menyediakan tempat sampah umum.
Di pinggiran Tambak Asri Bozem Moro Krembangan dibangun semacam anjungan. Nah, di bawah anjungan itu merupakan pompa air yang digunakan untuk mengolah supaya limbah rumah tangga tidak bercampur dengan air Bozem.
Di wilayah Gadukan Bozem Moro Krembangan misalnya, meski tergolong kampung kecil dengan padat populasi penduduk, kampung ini terpantau rapi. Tidak ada sampah berserakan, maupun kandang ayam di halaman rumah.
Bahkan, warga juga memasang poster larangan membuang sampah sembarangan. Poster itu bertuliskan 'Area Bozem Dilarang Buang Sampah, Rusak Tanaman, Bangunan Liar, Jemur Pakaian'.
Warga disiplin jaga kebersihan
|
Maka itu, tak heran bila warga sekitar seakan terbiasa dengan kebiasaan baru menjaga kebersihan. Bisa dilihat, setiap rumah di sepanjang kampung pinggiran Bozem diberi tanaman dalam pot. Warga juga menyediakan tempat sampah umum.
Di pinggiran Tambak Asri Bozem Moro Krembangan dibangun semacam anjungan. Nah, di bawah anjungan itu merupakan pompa air yang digunakan untuk mengolah supaya limbah rumah tangga tidak bercampur dengan air Bozem.
Di wilayah Gadukan Bozem Moro Krembangan misalnya, meski tergolong kampung kecil dengan padat populasi penduduk, kampung ini terpantau rapi. Tidak ada sampah berserakan, maupun kandang ayam di halaman rumah.
Bahkan, warga juga memasang poster larangan membuang sampah sembarangan. Poster itu bertuliskan 'Area Bozem Dilarang Buang Sampah, Rusak Tanaman, Bangunan Liar, Jemur Pakaian'.
Halaman 2 dari 6