Ini Perubahan Wajah Bozem Morokrembangan yang Sempat Jadi Wilayah Terkumuh

Ini Perubahan Wajah Bozem Morokrembangan yang Sempat Jadi Wilayah Terkumuh

- detikFinance
Kamis, 12 Sep 2013 07:26 WIB
Ini Perubahan Wajah Bozem Morokrembangan yang Sempat Jadi Wilayah Terkumuh
Surabaya - Dulu, mungkin wilayah Bozem Moro Krembangan identik kotor, kumuh, dan rawan banjir. Namun kini, banyak perubahan yang terjadi di wilayah utara Kota Pahlawan ini.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sempat memasukan area ini ke dalam daftar wilayah paling kumuh di Indonesia urutan 5 besar. Namun, seiring perbaikan yang dilakukan pemkot serta warga setempat, wilayah Bozem Morokrembangan pun sudah lebih cantik.

Yuk, simak hasil pantauan detikFinance di sini.

Bebas sampah

Sampah plastik yang dulu sering terlihat mengambang di pinggiran Kali Bozem, kini jumlahnya sudah berkurang cukup signifikan.

"Sudah nggak banjir di sini. Itu ada pompa air dan screen di pintu air. Kalau ada sampah yang lewat, tersangkut di screen lalu diambil petugas DKP," kata Ali Wafa (30) warga Jalan Bozem gang 4.

Tanaman liar dirapikan

Tanaman eceng gondok yang biasanya tumbuh liar, kini rajin dibersihkan petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya. Tiap hari pukul 07.00 WIB, tanaman eceng gondok yang tumbuh liar bergerombol dan menjadi sarang nyamuk dicabuti.

"Tiap pagi petugas DKP yang membersihkan eceng gondok, mulai jam 7 pagi sampai menjelang sore," kata Bambang, warga Tambak Asri gang 5 Bozem Morokrembangan.

Budidaya lele

Warga Gadukan tengah mengembangkan budidaya ikan lele selama 2 tahun ini. Warga membentuk Kelompok Tani 'Cipta Bersama' dengan anggota lebih dari 200 petani.

"Sekali panen, dari benih 1000, kita dapat 900. Kami juga masih pasang surut. Artinya, masih banyak kendala. Tapi alhamdulillah, 2 tahun ini kami bisa panen lebih dari 5 kali," tutur Slamet Hariyadi, Ketua Kelompok Tani 'Cipta Bersama'.

Warga disiplin jaga kebersihan

Di samping itu, warga Gadukan, Tambak Asri dan Bozem Morokrembangan juga telah terbiasa dengan sederet program-program Pemerintah Kota Surabaya terkait lomba-lomba kebersihan seperti green and clean, eco school, dan perlombaan merdeka dari sampah.

Maka itu, tak heran bila warga sekitar seakan terbiasa dengan kebiasaan baru menjaga kebersihan. Bisa dilihat, setiap rumah di sepanjang kampung pinggiran Bozem diberi tanaman dalam pot. Warga juga menyediakan tempat sampah umum.

Di pinggiran Tambak Asri Bozem Moro Krembangan dibangun semacam anjungan. Nah, di bawah anjungan itu merupakan pompa air yang digunakan untuk mengolah supaya limbah rumah tangga tidak bercampur dengan air Bozem.

Di wilayah Gadukan Bozem Moro Krembangan misalnya, meski tergolong kampung kecil dengan padat populasi penduduk, kampung ini terpantau rapi. Tidak ada sampah berserakan, maupun kandang ayam di halaman rumah.

Bahkan, warga juga memasang poster larangan membuang sampah sembarangan. Poster itu bertuliskan 'Area Bozem Dilarang Buang Sampah, Rusak Tanaman, Bangunan Liar, Jemur Pakaian'.

Warga disiplin jaga kebersihan

Di samping itu, warga Gadukan, Tambak Asri dan Bozem Morokrembangan juga telah terbiasa dengan sederet program-program Pemerintah Kota Surabaya terkait lomba-lomba kebersihan seperti green and clean, eco school, dan perlombaan merdeka dari sampah.

Maka itu, tak heran bila warga sekitar seakan terbiasa dengan kebiasaan baru menjaga kebersihan. Bisa dilihat, setiap rumah di sepanjang kampung pinggiran Bozem diberi tanaman dalam pot. Warga juga menyediakan tempat sampah umum.

Di pinggiran Tambak Asri Bozem Moro Krembangan dibangun semacam anjungan. Nah, di bawah anjungan itu merupakan pompa air yang digunakan untuk mengolah supaya limbah rumah tangga tidak bercampur dengan air Bozem.

Di wilayah Gadukan Bozem Moro Krembangan misalnya, meski tergolong kampung kecil dengan padat populasi penduduk, kampung ini terpantau rapi. Tidak ada sampah berserakan, maupun kandang ayam di halaman rumah.

Bahkan, warga juga memasang poster larangan membuang sampah sembarangan. Poster itu bertuliskan 'Area Bozem Dilarang Buang Sampah, Rusak Tanaman, Bangunan Liar, Jemur Pakaian'.
Halaman 2 dari 6
(nrm/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads