Laporan dari ICID, Den Haag

Wamen: Menuju 10 Besar Kekuatan Dunia, Indonesia Memanggil Anda

- detikFinance
Minggu, 15 Sep 2013 22:20 WIB
Foto: PPI Belanda/Ryvo
Den Haag - Pada 2025 Indonesia bisa menjadi 10 kekuatan ekonomi terbesar dunia. Pelajar dan masyarakat Indonesia harus berani bermimpi besar dan berpartisipasi mewujudkannya.

Demikian benang merah pidato kunci Wamen PPN/Bapenas Dr. Lukita Dinarsyah Tuwo pada 1st International Conference on Indonesia Development (ICID) di Institute of Social Studies, Erasmus University, Den Haag (13-14 September 2013).

Di tengah kelesuan global, Indonesia masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang mantap dan pendapatan per kapita yang terus meningkat, yakni dari USD 910 (2004) menjadi USD 3.558 (2012).

Menyampaikan makalah Indonesia: Sustaining Momentum, Driving Competitiveness, and Inclusiveness, Wamen menyampaikan bahwa tantangan yang mendesak untuk diatasi agar dapat terus menjaga keberlanjutan momentum, mendukung daya saing dan pertumbuhan antara lain adalah infrastruktur dan logistik.

Kendala infrastruktur dan logistik ini telah menyebabkan biaya logistik di Indonesia kurang kompetitif, yakni mencapai 14,08% dari nilai penjualan. Sementara di Jepang misalnya, biaya tersebut cuma 4,88%.

Pemerintah Indonesia telah menjawab tantangan ini dengan menggenjot program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembanguanan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang saat ini tengah berjalan.

Realisasi MP3EI akan mendorong Indonesia menuju kelompok 10 negara ekonomi terbesar pada 2025 dengan GDP USD 4,0 sampai USD 4,5 triliun dan pendapatan per kapita USD 14.250 sd USD 15.000.

Secara umum di tengah kelesuan global dan dinamika yang berkembang, Indonesia dibandingkan negara-negara lain saat ini masih mencatat kinerja yang cukup baik.

Pengangguran terbuka dan kemiskinan juga terus menurun. Tercatat angka pengangguran Indonesia dari 9,86% (2004) menjadi 5,92% per kuartal pertama (Q1) 2013. Angka kemiskinan turun dari 16,66% (2004) menjadi 11,70% (2012).

Di samping itu rasio utang pemerintah terhadap GDP juga terus menurun dari 35,10% (2007) di mana 20,29% utang domestik dan 14,81% utang luar negeri menjadi 23,99% (2013) dengan rincian 16,51% utang domestik dan 7,48% utang luar negeri.

Inflasi tahunan juga masih cukup terkendali, yakni pada angka 5,56% (2013), sebelumnya 6,40% (2004), melesat ke 17,11% (2005), sempat tercapai angka terendah 2,78% (2009), lalu kembali ada kenaikan sejak 2011.

Selain itu Indonesia juga salah satu negara yang mempunyai profil demografi termuda di dunia, dengan 60% populasi di bawah usia 30 tahun. Pada 2025, sebanyak 67% populasi usia antara 14-64 tahun akan menjadi tahun paling produktif.

Mengutip Carl Sagan, Wamen mengajak para pelajar dan masyarakat Indonesia untuk tetap berani bermimpi dan optimis untuk mewujudkannya demi membangun Indonesia.

"Kita harus berani bermimpi. Imajinasi akan membawa kita ke dunia yang belum pernah ada sebelumnya. Tetapi tanpa itu kita tidak akan beranjak ke mana-mana," demikian Wamen.

1st International Conference on Indonesia Development (ICID) 2013 ini dinilai sebagai salah satu konferensi internasional pelajar Indonesia terbesar di dunia.

Menteri Perdagangan Internasional dan Kerjasama Pembangunan Kerajaan Belanda Lilianne Ploumen dan Wakil Direktur Utama BNI 46 Felia Salim juga secara khusus menyampaikan pidato kunci pada konferensi ini.

Menurut Sekjen PPI Belanda Ridwansyah Yusuf Achmad, terdapat lebih dari 500 abstrak yang masuk, sementara yang lolos seleksi untuk dipresentasikan ada 60 scientific papers antara lain dari Amerika, Australia, Indonesia, Jepang, dan negara-negara Uni Eropa, dengan total peserta konferensi sekitar 300 orang, termasuk 100 orang observer.

Konferensi yang didukung KBRI Den Haag dan BNI 46 ini dibuka oleh rektor ISS Prof. Leo de Haan, dihadiri Duta Besar RI Retno Marsudi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Bambang Hari Wibisono, pejabat teras KBRI Den Haag, kalangan pejabat pemerintah Belanda, mahasiswa dan para peminat asing lainnya.


(es/es)