Ini Bantuan Nyata RI untuk Palestina

Laporan dari Jenewa

Ini Bantuan Nyata RI untuk Palestina

- detikFinance
Rabu, 25 Sep 2013 15:35 WIB
Ini Bantuan Nyata RI untuk Palestina
Jenewa - Dalam semangat memobilisasi sumberdaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan khusus ekonomi Palestina, Indonesia telah memberikan serangkaian bantuan.

Demikian disampaikan delegasi Indonesia melalui Deputi Wakil Tetap RI di Jenewa Dubes Edi Yusup dalam pandangan umumΒ persidangan Sesi ke-60 Trade and Development Board dengan mata acara Report on UNCTAD Assistance to the Palestinian People di Jenewa, Β Senin (24/9/2013) waktu setempat.

"Indonesia dalam kerangka the New Asian African Strategic Partnership (NAASP) sejak tahun 2008-2013 telah berhasil memberikan pelatihan dan pembangunan kapasitas di berbagai bidang bagi sekitar 1246 orang Palestina," ujar Dubes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dubes menegaskan kembali pentingnya memobilisasi sumberdaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan khusus ekonomi Palestina, terutama dukungan kerjasama teknis dan pembangunan kapasitas guna mencapai pembangunan berkelanjutan.

Indonesia juga telah menghibahkan dana sebesar Rp 20 miliar untuk pembangunan Pusat Jantung Indonesia di Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, Palestina.

"Seluruh bantuan Indonesia tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dan rakyat Indonesia untuk membantu rakyat dan pemerintah Palestina dalam membangun negara," demikian Dubes Edi Yusup.

Sesi ke-60 Trade and Development Board/TDB berlangsung tanggal 16-27 September 2013 dipimpin oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa Dubes Triyono Wibowo, yang terpilih secara aklamasi pada pembukaan Sidang TDB-60 menggantikan Wakil Tetap Kazakhstan, Dubes Mukhtar Tilebeurdi.

Agenda utama TDB-60 adalah membahas perkembangan situasi perekonomian dan pembangunan terkini, bantuan teknik UNCTAD kepada rakyat Palestina, evaluasi kebijakan pembangunan di Afrika dan LDCs serta sejumlah laporan intergovernmental machinery (badan antar pemerintah, red) di bawah TDB.

Sejumlah pejabat tinggi yang diundang diantaranya Menteri Pembangunan Tunisia, Menteri Perencanaan Nasional Myanmar, Sekjen ITU, Dirjen WIPO, Dirjen WTO, Direktur Eksekutif ITC serta sejumlah praktisi dan ekonom terkemuka.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads