"Kementerian Perdagangan akan membuat forum eksportir UKM. Jadi jumlahnya tidak begitu besar tetapi setiap dolar yang kita dapatkan dari ekspor kita harus ambil dari momentum tadi," ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/10/2013).
Menurut catatan Bayu ada 7.300-7.600 UKM yang berorientasi untuk mengekspor produknya keluar negeri. Jumlahnya cukup banyak dan salah satunya ia mencontohkan produk makanan UKM seperti belut bisa tembus hingga pasar Jepang. Padahal Jepang dianggap salah satu negara yang menerapkan food security yang ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara lainnya adalah dengan mencari negara baru (diversifikasi pasar) sebagai tujuan ekspor produk asal Indonesia. 2 negara Afrika disebut bakal menjadi pasar produk Indonesia dengan kapasitas ekspor hingga US$ 500 juta/tahunnya.
Diversifikasi pasar adalah salah satu cara untuk menambal defisit pendapatan devisa negara dari negara tradisional seperti Amerika Serikat dan Eropa. Kondisi perekonomian Amerika dan Eropa masih sulit dan belum membaik.
"Permintaan Afrika juga besar untuk produk Indonesia. Akhir Oktober kita akan ke Senegal dan Gambia untuk jemput bola ekspor itu, salah satu konsen nya adalah financing dan mekanisme pengiriman yang biasanya dari Eropa. Total 2 negara yang akan kita kunjungi, melihat peluang bisnis bisa US$ 500 juta/tahun," imbuhnya.
"Dari Amerika Latin juga sudah berwujud, termasuk untuk produk biofuel, alas kaki dan tekstil juga makanan. Pakistan baru saja. Di tahun 2014 peningkatan akan cukup signifikan. Perkembangan ini menjadi kabar gembira di tengah ketidakpastian ekonomi," katanya.
(wij/dru)











































