Cak Imin Minta Buruh Tak Mogok Kerja

Cak Imin Minta Buruh Tak Mogok Kerja

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 04 Okt 2013 11:49 WIB
Cak Imin Minta Buruh Tak Mogok Kerja
Jakarta -

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar berharap buruh tidak melakukan aksi mogok kerja nasional dari tanggal 28 hingga 30 Oktober 2013. Ia siap memfasilitasi keinginan para buruh dan mempertemukan dengan pengusaha terkait tuntutan kenaikan UMP 2014.

"Sebenarnya kita terus melakukan dialog sehingga aspirasi, harapan dan keinginan serikat pekerja yang mau mogok kita siap tindak lanjuti tuntutannya yang realistis kita follow up. Sehingga saya berharap tidak perlu mogok nasional. Kalau semua harapan kita bisa atasi, kita atasi secepatnya. Jadi mogok nasional tidak perlu terjadi," ungkap Muhaimin saat ditemui di sela-sela acara Job Fair di JIExpo Kemayoran Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Mengenai tuntutan buruh yang meminta kenaikan upah minimum secara nasional tahun depan sebesar 50%, menteri yang biasa disapa Cak Imin ini mengatakan tuntutan buruh tidak realistis. Pasalnya perhitungan upah minimum dalam setahunnya harus dihitung berdasarkan survei kebutuhan pasar di masing-masing kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Upah itu harus langsung survei pasar dan tentunya komponen KHL (Kebutuhan Hidup Layak) serta presentase tidak bisa disamakan atau serempak secara nasional. Tidak ada yang realistis kalau tidak sesuai survei. Jadi survei setiap daerah berbeda. Upah minimum tidak boleh digunakan presentase kemauan. Tetapi berdasarkan survei KHL di pasar yaitu 60, kemudian diputuskan dewan pengupahan di tingkat gubernur," katanya.

Ia menegaskan keinginan buruh untuk menambah jumlah item KHL tahun depan dari 60 menjadi 84 tidak bisa direalisasikan. Hal ini karena jumlah item KHL saat ini masih realistis dengan kebutuhan para buruh.

"Kita tahun depan tetap 60 KHL. Kenaikan itu harus sesuai dengan survei pasar, jangan membuat kenaikan sendiri berapa besar dan mengancam perusahaan yang rugi. Jadi gunakan mekanisme survei pasar," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads