"Sekarang Indonesia sudah berevolusi jauh lebih kompleks, persaingan yang tinggi. Tapi ada satu yang Indonesia belum memiliki keahlian, yaitu daya saing," kata Sandi saat ditemui di acara Inauguration Ceremony The Institute of Financial Consultant di Gedung Perkantoran Boulevard Jalan Fachrudin Raya, Jakarta, Jumat (11/10/2013).
Sandi mengatakan, dalam beberapa sektor seperti perdagangan, industri, dan lainnya, Indonesia memiliki daya saing yang lemah. Bahkan dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah kondisi perekonomian global yang menurun, harus dilakukan langkah-langkah yang taktis untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan. Sandi pun menyinggung, dengan kondisi seperti ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak akan lebih dari 6% seperti yang ditargetkan pemerintah.
"Pertumbuhan ekonomi tahun ini tidak akan melampaui 6%. Mungkin di sekitar 5,5-6%. Tahun depan juga diperkirakan akan melambat. Ini waktunya kita untuk belajar, jangan akhirnya kita lengah. Secara menengah dan panjang padahal Indonesia akan semakin menarik. Indonesia akan menjadi pasar yang terbesar setelah China dan India," katanya.
(zlf/dnl)











































