Ini Dia Kisah Bisnis Erick Thohir si Pemilik Baru Inter Milan

Ini Dia Kisah Bisnis Erick Thohir si Pemilik Baru Inter Milan

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Rabu, 16 Okt 2013 08:20 WIB
Ini Dia Kisah Bisnis Erick Thohir si Pemilik Baru Inter Milan
Jakarta -

Pengusaha muda asal Indonesia Erick Thohir akhirnya resmi mengambil alih mayoritas kepemilikan saham Inter Milan dari tangan Massimo Moratti.

Moratti yang merupakan Presiden klub sepak bola ternama asal Italia ini memastikan bahwa dirinya melepas mayoritas saham Inter Milan kepada pengusaha Indonesia Erick Thohir.

Rencananya, Erick akan memiliki 70% saham Inter Milan. Lalu, seperti apa perjalanan bisnis putra dari pengusaha sukses Teddy Thohir ini? Penelusuran detikFinance, Rabu (16/10/2013) dari berbagai sumber mencoba memaparkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisnis Restoran Hanamasa dan Pronto

Erick Thohir yang lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970 ini memang mewarisi jiwa bisnis yang kuat dari ayahnya. Adik dari pengusaha Garibaldi Thohir ini mulai berbisnis makanan (restoran) dengan merek Hanamasa dan Pronto di awal tahun 1993-1998 yang merupakan salah satu β€˜warisan’ bisnis dari ayahnya.

Bisnis Trading

Erick yang meraih gelar bachelor untuk advertising dan master di bidang marketing lulusan Amerika Serikat (AS) ini mulai mencari peruntungan dari bisnis makanan ke bisnis trading bersama rekan semasa kuliahnya M. Lutfi, Wisnu Wardhana, dan Harry Zulnardy.

Pada tahun 1996-1997 Erick membentuk perusahaan trading mulai dari semen, pupuk, beras, kapur, dan bahan kebutuhan lainnya. Perjalanan bisnis bersama ketiga sahabatnya itu terbilang sukses karena Lutfi tukang lobi yang bagus, Erick pedagang yang bagus, Wisnu tukang hitung yang bagus dan Harry treasury yang bagus, membuat bisnis ini berjalan beriringan.

Bisnis Media (Mahaka Media)

Sekitar tahun 2000, Erick bersama Lutfi mulai merambah bisnis media dengan membeli perusahaan billboard dan radio, hingga Republika yang merupakan perusahaan di bawah Mahaka Media.

Republika merupakan perusahaan go public dengan kepemilikan saham mayoritas Erick Thohir sebesar 61%, Lutfi 20%, dan sisanya publik. Rosan P. Roeslani juga ikut beli melalui Recapital, dari situlah bisnis media yang dipegang Erick bertumbuh di bawah bendera Mahaka, mulai dari koran, radio, online, dan terakhir Alif TV.

Saat ini, Erick punya dua bendera, Mahaka Media dan Alif. Mahaka Media untuk media dan Alif untuk entertainment company. Alif ini menaungi produk-produk terkait hiburan.

Bergabung dengan Viva Group

Tak puas hanya dengan grup Mahaka Media, Erick menggandeng pengusaha muda Anindya Bakrie untuk bergabung di TVOne. Walaupun hanya sebagai pemegang saham minoritas, namun posisi Erick cukup mumpuni yaitu sebagai Direktur Utama PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang merupakan induk usaha dari TVOne. Mayoritas saham milik keluarga Bakrie sekitar 90%.

Akuisisi Sejumlah Klub Basket dan Sepakbola

Selain memiliki sejumlah media di Indonesia, Thohir sebelumnya sudah mengakusisi beberapa klub olahraga. Bersama sebuah konsorsium, Thohir menjadi pemilik klub NBA Philadelphia 76ers, lalu pada 2012 lalu dia menjadi co-owner klub DC United bersama Jason Levien.

Erick adalah pengusaha yang juga memiliki tim basket Satria Muda BritAma dan Indonesia Warriors. Selain itu, dia juga punya kepemilikan saham di klub MLS, DC United.
Halaman 2 dari 6
(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads