Pengusaha muda asal Indonesia Erick Thohir akhirnya resmi mengambil alih mayoritas kepemilikan saham Inter Milan dari tangan Massimo Moratti.
Moratti yang merupakan Presiden klub sepak bola ternama asal Italia ini memastikan bahwa dirinya melepas mayoritas saham Inter Milan kepada pengusaha Indonesia Erick Thohir.
Rencananya, Erick akan memiliki 70% saham Inter Milan. Lalu, seperti apa perjalanan bisnis putra dari pengusaha sukses Teddy Thohir ini? Penelusuran detikFinance, Rabu (16/10/2013) dari berbagai sumber mencoba memaparkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisnis Restoran Hanamasa dan Pronto
|
|
Bisnis Trading
|
|
Pada tahun 1996-1997 Erick membentuk perusahaan trading mulai dari semen, pupuk, beras, kapur, dan bahan kebutuhan lainnya. Perjalanan bisnis bersama ketiga sahabatnya itu terbilang sukses karena Lutfi tukang lobi yang bagus, Erick pedagang yang bagus, Wisnu tukang hitung yang bagus dan Harry treasury yang bagus, membuat bisnis ini berjalan beriringan.
Bisnis Media (Mahaka Media)
|
|
Republika merupakan perusahaan go public dengan kepemilikan saham mayoritas Erick Thohir sebesar 61%, Lutfi 20%, dan sisanya publik. Rosan P. Roeslani juga ikut beli melalui Recapital, dari situlah bisnis media yang dipegang Erick bertumbuh di bawah bendera Mahaka, mulai dari koran, radio, online, dan terakhir Alif TV.
Saat ini, Erick punya dua bendera, Mahaka Media dan Alif. Mahaka Media untuk media dan Alif untuk entertainment company. Alif ini menaungi produk-produk terkait hiburan.
Bergabung dengan Viva Group
|
|
Akuisisi Sejumlah Klub Basket dan Sepakbola
|
|
Erick adalah pengusaha yang juga memiliki tim basket Satria Muda BritAma dan Indonesia Warriors. Selain itu, dia juga punya kepemilikan saham di klub MLS, DC United.
Halaman 2 dari 6











































