Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka-bukaan soal harga BBM nonsubsidi di tengah harga minyak yang turun. Menurutnya bila memang harga minyak konsisten turun, penurunan harga BBM nonsubsidi terbuka lebar.
Bahlil juga akan rapat dengan badan usaha penyedia BBM, baik Pertamina maupun swasta untuk melakukan perhitungan.
"Kita akan melihat, saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan. Teman-teman tahu kan bahwa kadang-kadang harga ICP hari ini naik, besok turun. Nggak sampai 2 hari naik lagi," terang Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM yang ketika harga dunia akan turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta termasuk Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian," sambung Bahlil.
Pemerintah dan badan usaha akan mencari formulasi yang paling bijak, dan harga yang ditentukan jangan sampai memberatkan masyarakat. Namun, harus bisa memberikan keuntungan bagi pengusaha.
"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20%. Ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan. Ya, gitu ya," jelas Bahlil.
Bahlil juga sempat melapor kepada Presiden Prabowo Subianto soal progres pengadaan minyak mentah dari berbagai negara. Dia mengatakan dengan proses tersebut kapasitas BBM di Indonesia cukup sampai akhir tahun.
"Saya juga melaporkan tentang kerja sama kita dengan beberapa negara terkait dengan crude BBM, alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insyaallah akhir tahun nggak ada masalah," ujar Bahlil.
Sementara itu, untuk BBM subsidi, dia menegaskan tidak akan ada sedikitpun rencana penyesuaian harga, khususnya untuk menaikkan harga.
"Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi InsyaAllah nggak ada kenaikan sama sekali," beber Bahlil.
(hal/hns)









































