"Soal impor sapi indukan, Pak Mentan sudah buka kemudian menurut Pak Mentan swasta nggak mau. Saya tanya boleh BUMN? Dia bilang boleh. Itu di rapat resmi, dia bilang boleh dan di depan Pak Menko (Hatta Rajasa)," ucap Dahlan usai rakor pangan di kantor Kemenko Perekonomian Lapangan Banteng Jakarta, Rabu (16/10/2013).
Di tempat yang sama Suswono membenarkan siap memberi penugasan kepada BUMN untuk mengimpor sapi betina dan pedet. Hal terjadi karena pihak swasta enggan menerima penugasan impor sapi betina dari pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya pengelolaan sapi indukan akan disinergikan dengan lahan sawit milik BUMN. Sebagai gambaran, dengan memanfaatkan lahan sawit hanya 50% saja dari total luas lahan sawit yang mencapai 9,4 juta hektar di Indonesia maka diperlukan sapi indukan mencapai 10 juta ekor.
"Kalau saja kita mengintegrasikan sawit ternak. Saat ini existing lahan sawit 9,4 juta hektar. Dipakai setengahnya saja atau 5 juta hektar. Katan 1 hektar ditaruh 2 ekor. Jadi kita butuh sapi 10 juta," jelasnya.
Sebelumnya Dirut PT RNI Ismed Hasan Putro mengatakan reaksi Suswono sebagai pihak yang berwenang soal perizinan hanya terdiam ketika dimintai soal izin impor sapi betina (indukan) dan anak sapi (pedet) saat rapat koordinasi pangan, oleh Dahlan Iskan.
Namun Dahlan saat ditanyai kebenaran kejadian tersebut, Dahlan tak memberikan jawaban. Mantan dirut PLN hanya tersenyum saat ditanyai kejadian itu.
(hen/hen)











































