Amerika Di Bawah Moncong Senjata Koboi

Pro Kontra 'Koboi' Kantoran di AS (4)

Amerika Di Bawah Moncong Senjata Koboi

Deddy Sinaga - detikFinance
Senin, 21 Okt 2013 16:00 WIB
Amerika Di Bawah Moncong Senjata Koboi
Foto: Thinkstock
Jakarta - Para koboi sipil Amerika Serikat terbukti tak hanya jago membidik dan menembak. Mereka pun sukses membujuk legislator di negara-negara bagian untuk membuat undang-undang yang melarang perusahaan membatasi senjata api di kantor dan area parkir.

Total ada 22 negara bagian yang luluh pada bujukan itu. Tahun ini, Illinois adalah negara bagian paling akhir yang masuk ke barisan pendukung. Meski begitu, pelaksanaannya sendiri baru akan dimulai pada tahun depan.
 
Akibat keputusan itu, Kantor Dagang Illinois langsung menggelar sejumlah seminar tentang cara menyikapi undang-undang tersebut. Di Chicago, sejumlah penasihat hukum perusahaan menyarankan kliennya memperbaiki kebijakan internal supaya tak melanggar undang-undang.

Tapi keberadaan senjata api di tangan orang sipil sebetulnya sudah diperbolehkan oleh banyak negara bagian di Amerika Serikat. Sebanyak 29 negara bagian tak punya aturan yang melarang dan 15 lainnya mengizinkan sepanjang ada izin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya lima negara bagian, plus Washington D.C., yang secara eksplisit melarang orang sipil menenteng senjata secara terbuka di tempat umum. Ada pula yang sangat ketat.

Pelarangan senjata api diterapkan di tempat-tempat khusus, seperti lokasi penjualan alkohol. Pada akhir September lalu, Chicago menjadi kota yang mengadopsi larangan membawa senjata api di semua bar dan restoran yang menjual minuman keras.

Tapi ada pula wilayah yang tadinya melarang kemudian mengizinkan. Pada Juli lalu Gubernur North Carolina menandatangani undang-undang yang mengizinkan orang membawa senjata api berizin di bar dan restoran yang tak melarang senjata secara eksplisit.

Yang jelas, undang-undang semacam itu, khususnya undang-undang tentang senjata di kantor, telah membuat sejumlah pebisnis dan pemilik perusahaan naik pitam. Di antara yang marah adalah FedEx, Volkswagen, Caterpillar, dan Bridgestone.

"Seperti pemilik rumah pribadi yang boleh mengatur tamunya, apakah mereka boleh membawa senjata ke halaman mereka? FedEx berhak memutuskan apa yang boleh dan tidak di area properti kami,” kata Mark Hogan, Wakil Presiden FedEx Express, di Tennessee.
 
Hogan tak setuju pendapat pembela hak bersenjata yang bilang bahwa senjata akan menghadirkan rasa aman. “Mengizinkan pekerja memiliki akses yang dekat dengan senjata api di tempat kerja menciptakan elemen risiko yang tak bisa diterima,” katanya.

Penembakan di kantor di seluruh Amerika Serikat telah menewaskan 375 pekerja pada 2012. Artinya setiap hari ada satu orang yang tewas di tembak rekan sekerja atau rekanan bisnisnya di Amerika Serikat.

Tapi tak semua perusahaan setakut itu. Di Elkhart lain ceritanya. Bob Moore, pemilik perusahaan itu, bilang banyak karyawan perusahaan sistem suspensi kendaraan bermotor itu yang memilki senjata api. Termasuk Moore sendiri.

“Beberapa karyawan terbaik kami adalah aktivitas kegiatan luar ruangan, mereka senang menembak,” kata Moore.

(DES/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads