"Sebelum krisis, harga komik masih sekitar Rp 6.000. Bahkan kalau ada sale bisa lebih murah lagi. Ketika krisis, harganya naik gila-gilaan," kenang pria 38 tahun itu.
Wira adalah fanboy komik terbitan Amerika Serikat. Dari sekadar pehobi, Wira kini merambah bisnis jualan komik, khusus komik terbitan negeri Paman Sam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas alasan itulah kemudian Wira mendirikan toko komiknya, yaitu tokokomik.com. Toko ini dibukanya pada 2006, enam tahun setelah dirinya kembali menggeluti hobinya membaca komik terbitan Amerika Serikat.
Tokokomik.com khusus menjual komik keluaran penerbit ternama seperti DC Comics dan Marvel Comics. "Ada juga publisher lain seperti Dark Horse Comics atau IDW. Namun DC dan Marvel tetap menjadi market leader," katanya.
Untuk mendapatkan pasokan, Wira memiliki rekanan distributor langsung dari AS. Produk yang dijualnya adalah impor langsung dengan kualitas tinggi.
Soal harga, komik yang dijual di tokokomik.com bervariasi. Mulai dari Rp 36 ribu hingga ratusan ribu rupiah. "Paling mahal itu dengan cover price US$ 150, biasanya limited edition yang hanya dicetak beberapa puluh atau ratus edisi. Contohnya seri Infinity dari Marvel," tutur Wira.
Dalam sebulan, Wira bisa menggaet 50-100 pelanggan. Fanboy dari Jawa masih mendominasi, sisanya berasal dari pulau-pulau lain di Indonesia. Di Indonesia, komik superhero yang digemari adalah tim seperti Justice League (DC) atau The Avengers (Marvel).
Saat ini, Wira sedang memburu komik yang cukup langka yaitu seri Forever Evil keluaran DC pada September lalu. Di seri ini, sampul komik dibuat dengan seni tiga dimensi.
"Susah sekali mencarinya. Dugaan saya, di AS pun sudah sold out," ujar Wira.
Jika sudah berhasil mendapatkannya, Wira memperkirakan harga jual komik ini akan cukup tinggi. "Cover price memang hanya US$ 3,99. Tapi karena rare, bisa terjual Rp 100-200 ribu di sini," katanya.
Menurut Wira, minat terhadap komik AS di Indonesia memang belum seperti kompetitornya dari Jepang. "Pasarnya masih sangat segmented, kita belum seperti di AS," ucapnya.
Meski demikian, Wira menilai bisnis komik AS memiliki prospek yang cukup cerah. Penggemar komik AS memang terbatas, tetapi mereka cenderung fanatik. "Lingkungan kita memang belum seperti di negara asal komik-komik ini. Tetapi ada pergerakan ke arah sana," kata Wira.
(DES/DES)











































