Dari Hobi Jadi Bisnis Jutaan

Hobi Mobil-mobilan Diecast (3)

Dari Hobi Jadi Bisnis Jutaan

Hidayat Setiaji - detikFinance
Jumat, 01 Nov 2013 16:27 WIB
Jakarta - Di sebuah toko di kawasan Senayan, mobil-mobil berderet rapi di rak kaca. Lho kok bisa? Ternyata itu bukan mobil sungguhan melainkan miniatur mobil diecast.

Toko itu bernama DC Toys. Bagi kolektor diecast, toko yang satu ini terbilang sebagai tempat rujukan untuk berbelanja atau sekadar mencari informasi tentang mobil diecast terbaru. Selain mobil, toko ini juga menjual berbagai aksesoris dan melayani jasa modifikasi mobil.

Noval Ariawan adalah salah seorang pemilik toko ini. Bisnisnya berawal dari hobi. Pria berusia 37 tahun ini memang sejak kecil sudah menyukai miniatur mobil. “Waktu itu saya mulai dari Hot Wheels,” kenangnya.
 
Koleksi Noval pun terus bertambah. Saat ini, koleksi pribadinya mencapai sekitar 600 buah. “Mobil yang kecil sekitar 500, yang besar-besar mungkin 100,” ucapnya.
 
Berangkat dari hobi tersebut Noval dan beberapa kawannya memberanikan diri membuka toko. Kini, DC Toys sudah berumur 10 tahun. Peluang bisnis, kata dia, terbuka besar. “Soalnya, saya kenal teman-teman yang sehobi. Kolektor juga semakin banyak,” katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di DC Toys, Noval menyediakan berbagai mobil diecast dalam berbagai skala. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu sampai di atas Rp 5 juta. Omzet DC Toys dalam sebulan bisa mencapai rata-rata Rp 60 juta.
 
Para pehobi, lanjut Noval, sedang menyukai mobil-mobil jalan raya. Kemudian mobil-mobil klasik dan mobil cepat (supercar) juga tidak pernah kekurangan peminat.
 
Untuk skala, tambah Noval, yang paling disukai adalah 1:18. “Namun ada juga mengumpulkan 1:43 atau 1:64. Alasannya kalau terlalu besar tentu butuh space,” tuturnya.
 
Beberapa kolektor, menurut Noval, kini juga mulai memburu produk-produk langka yang harganya pun lebih mahal. “Misalnya Tomica yang masih made in Japan itu mahal, karena sekarang hampir semuanya made in China. Untuk yang besar contohnya Ford GT40 Gran Turismo, karena dia limited edition dan hanya untuk pasar Jepang. Kalau sudah sampai di sini harganya tinggi,” jelas Noval.
 
Noval juga mengakui bahwa hobi mobil diecast termasuk hobi yang agak menguras kantong. “Saat membeli mungkin harganya tidak terlalu mahal, tetapi kalau koleksinya ditotal pasti lebih dari Rp 10 juta. Walau harga per buah hanya Rp 25 ribu, tetapi kalau banyak tinggal dikalikan saja,” paparnya.
 
Meski hobi mahal, Noval menilai bisnis mobil diecast memiliki prospek yang cerah. Ini didukung oleh semakin menjamurnya kolektor maupun komunitas penggemar mobil diecast.
 
“Produsen juga semakin bertambah dan varian semakin banyak. Ini memicu semakin bertambahnya kolektor,” kata Noval.

(DES/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads