Wakil Presiden Boediono mengatakan, krisis keuangan global di 2008 masih sedikit berdampak ke Indonesia, namun saat ini Indonesia sudah pulih dan bisa menjaga pertumbuhan ekonominya di angka 6%. "Tahun ini lebih kecil karena perlambatan ekonomi. Tapi ada prospek recovery tahun depan," kata Boediono saat membuka acara Indonesia Investment Summit 2013 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Boediono mengatakan, untuk bisa menggenjot kembali pertumbuhan ekonomi, pihaknya perlu meningkatkan proyek-proyek infrastruktur yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu Boediono menyebutkan, pemerintah juga perlu meningkatkan komitmen dan mengembangkan bisnis, serta menjaga iklim investasi di Indonesia.
"Pemerintah perlu berkomitmen penuh untuk kembangkan bisnis dan jaga iklim investasi di Indonesia. Demokrasi kita bekerja dengan baik tapi korupsi terkuat belakangan ini," terangnya.
Akan hadir dalam acara ini Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian M.S Hidayat, Analis Moody's Investor Service Christian de Guzman, General Manager China Railway 11 Bureau Group Deng Xuesong, President and COO Nusantara Infrastruktur Danni Hasan, CEO Indonesia Infrastruktur Guarantee Fund Sinthya Roesly, dan lain-lain.
(drk/dnl)











































