Wapres Boediono: Negara Ini Punya Prospek

Wapres Boediono: Negara Ini Punya Prospek

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 07 Nov 2013 10:30 WIB
Wapres Boediono: Negara Ini Punya Prospek
Foto: Indonesia Investment Summit (Dewi-detikFinance)
Jakarta - Pemerintah mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tengah melambat. Kuartal III-2013, pertumbuhan ekonomi hanya 5,6%. Namun pemerintah optimistis, Indonesia mempunyai prospek.

Wakil Presiden Boediono mengatakan, krisis keuangan global di 2008 masih sedikit berdampak ke Indonesia, namun saat ini Indonesia sudah pulih dan bisa menjaga pertumbuhan ekonominya di angka 6%. "Tahun ini lebih kecil karena perlambatan ekonomi. Tapi ada prospek recovery tahun depan," kata Boediono saat membuka acara Indonesia Investment Summit 2013 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Boediono mengatakan, untuk bisa menggenjot kembali pertumbuhan ekonomi, pihaknya perlu meningkatkan proyek-proyek infrastruktur yang ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam 2 tahun ke depan kita perlu investasi di energi terbarukan, infrastruktur, dan banyak proyek-proyek lainnya seperti bandara, railway, gas akan selesai dan siap operasi. Kita undang investor untuk partisipasi. Negara ini punya prospek," ujar dia.

Pada kesempatan itu Boediono menyebutkan, pemerintah juga perlu meningkatkan komitmen dan mengembangkan bisnis, serta menjaga iklim investasi di Indonesia.

"Pemerintah perlu berkomitmen penuh untuk kembangkan bisnis dan jaga iklim investasi di Indonesia. Demokrasi kita bekerja dengan baik tapi korupsi terkuat belakangan ini," terangnya.

Akan hadir dalam acara ini Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar, Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian M.S Hidayat, Analis Moody's Investor Service Christian de Guzman, General Manager China Railway 11 Bureau Group Deng Xuesong, President and COO Nusantara Infrastruktur Danni Hasan, CEO Indonesia Infrastruktur Guarantee Fund Sinthya Roesly, dan lain-lain.

(drk/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads