Prospek Cerah Bisnis Bengkel Morris

Hobi Mobil Mini (3)

Prospek Cerah Bisnis Bengkel Morris

- detikFinance
Jumat, 08 Nov 2013 13:57 WIB
Prospek Cerah Bisnis Bengkel Morris
Jakarta - Perawatan mobil Morris memang tidak berbeda jauh dengan mobil pada umumnya. Namun tetap saja sebaiknya mobil Mr. Bean ini dirawat di bengkel khusus.

Di Jakarta, tidak terlalu banyak bengkel yang spesifik menangani mobil Morris. Salah satu bengkel yang direkomendasikan para penggemarnya adalah Anto Motor, yang berlokasi di daerah Pasar Minggu (Jakarta Selatan).

Pemilik Anto Motor adalah pria berusia 42 tahun bernama Joko Riyanto. Bengkel ini sudah berusia sekitar 10 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak kecil, Joko sudah akrab dengan mobil Morris. "Ayah saya suka Morris, kakak saya juga. Keluarga saya memang keluarga Morris," ujarnya.

Hal yang membuat Joko jatuh hati pada mobil made in England ini adalah mesinnya. "Tidak ada yang menggunakan alumunium, seluruhnya besi. Mesinnya memang bandel," katanya.

Dalam sehari, Joko mengaku bisa kedatangan sampai lima pelanggan. Dari situ, dia bersih menerima Rp 1 juta per hari. "Itu sudah dipotong untuk karyawan, belanja sparerparts, dan sebagainya. Bersih yang masuk ke saya Rp 1 juta sehari," tuturnya.

Hal yang membuat mobil Morris masuk bengkel, lanjut Joko, adalah masalah suhu pada mesin. Menurut dia, mobil Morris dibuat untuk tahan dalam cuaca dingin di Eropa sehingga ketika di Indonesia yang beriklim tropis biasanya mesin agak cepat panas.

"Kalau dibawa di jalan tol yang lancar, mesin tidak panas. Namun kalau dibawa ke Glodok, meskipun dekat, mesin akan panas karena jalanan macet," kata Joko.

Namun, Joko menilai masalah tersebut menjadi tantangan yang menarik bagi para penggemar maupun bengkel Morris. Jika hal tersebut bisa diselesaikan maka menjadi kepuasan tersendiri.

Joko pun menilai prospek bisnis bengkel Morris cukup cerah. Salah satunya karena minimnya persaingan di bisnis ini. "Penggemar Morris juga semakin banyak. Tidak hanya orang tua, anak-anak muda banyak yang suka," ucapnya.

Meski prospeknya cerah, ada tantangan dalam bisnis bengkel Morris yaitu biaya operasional yang cukup tinggi. Maklum, seluruh komponen Morris masih diimpor. Selain langsung dari Inggris, komponen paling dekat didatangkan dari Malaysia.

"Mesin mobil Mini keluaran baru juga semakin canggih, sehingga membutuhkan komputer untuk menanganinya. Alatnya khusus, dan itu tidak murah," tutur ayah dua putra ini.

(hds/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads