Carrefour Siap Gandeng Swalayan Pondok Pesantren

Carrefour Siap Gandeng Swalayan Pondok Pesantren

Rois Jajeli - detikFinance
Senin, 11 Nov 2013 09:54 WIB
Carrefour Siap Gandeng Swalayan Pondok Pesantren
Foto: Chairul Tanjung
Pasuruan -

Carrefour di bawah PT Trans Retail Indonesia siap menjalin kerjasama dengan koperasi pondok pesantren (Kopontren) maupun Swalayan Sidogiri. Selain menerima produk hasil dari pondok pesantren yang memenuhi standar, Carrefour juga siap memasok produk ke kopontren maupun swalayan yang dikelola pondok pesantren.

"Kami sedang menyiapkan jaringan distribusi (pusat grosir). Nantinya juga bisa menerima dan memasok semua kebutuhan koperasi pondok pesantren," ujar Owner CT Corp Chairul Tanjung saat menjadi pembicara di acara Seminar Nasional 'Peran Pengusaha Muslim Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Umat' bersama Dr (HC) Chairul Tanjung, founder of CT Corp, di gedung BMT Maslahah, Sidogiri, Kabupaten Pasuruan, Minggu (10/11/2013).

Sidogiri memiliki produk seperti sarung, minyak goreng, kecap, hingga minuman kemasan. Kata Chairul, produk tersebut bisa masuk ke Carrefour dengan syarat memenuhi standar yang ditetapkan Carrefour.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau belum bisa masuk ke Carrefour, tingkatkan terus standarnya sampai bisa masuk Carrefour," tuturnya.

CT Corp juga siap mendorong ekonomi Ponpes Sidogiri terus maju. Namun juga meminta kesuksesan Sidogiri ditularkan ke pondok pesantren lainnya.

"Kalau sudah mampu, bantu yang lainnya. Sehingga bisa bergerak (pertumbuhan ekonomi untuk umat) meski tidak cepat tapi bertahap pergerakannya. Jangan hanya maju sendiri, yang lainnya juga mau berubah," ujarnya.

Chairul menegaskan, dalam seminar biasanya hanya tinggal bicara. Dalam kesempatan tersebut, dirinya menegaskan langsung melakukan action. "Biasanya seminar hanya bicara saja. Saya mau bicara dan action," paparnya.

Chairul pun meminta pengurus kopontren maupun Swalayan Sidogiri langsung datang ke Jakarta, untuk membicarakan detil teknisnya dengan PT Trans Retail Indonesia.

"Sementara ini fokusnya di Pasuruan. Nanti menyebar ke daerah lainnya di Jawa Timur, Jawa Tengah dan lainnya. Semoga bisa cepat perkembangannya," terangnya.

Dalam acara yang dihadiri pengurus lembaga ekonomi Pondok Pesantren Sidogiri, Chairul menerangkan bahwa umat Islam di Indonesia jumlahnya sekitar 80 persen. Namun, ekonomi umat hanya berkontribusi kurang dari 20 persen. Chairul mengaku senang dengan Pondok Pesantren Sidogiri yang memiliki jaringan untuk membangun ekonomi ke depan tanpa meninggalkan pembangunan keagamaan.

"Sidogiri adalah contoh yang luar biasa," tuturnya. Chairul juga menambahkan, jika organisasi masyarakat Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah jika mempunyai usaha ekonomi yang dapat dikelola benar, akan menjadikan organisasi tersebut maju dan menjadi agen perubahan.

"Bayangkan julah pesantren berapa ribu. Kalau setiap pesantren bisa seperti Sidogiri, maju nggak umatnya," kata Chairul sambil menambahkan, unit-unit di Muhammadiyah jika dikelola benar juga bisa maju.

(roi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads