Proyek Jembatan Selat Sunda Tak Berhenti, Tapi Lamban

Proyek Jembatan Selat Sunda Tak Berhenti, Tapi Lamban

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 15 Nov 2013 19:02 WIB
Proyek Jembatan Selat Sunda Tak Berhenti, Tapi Lamban
Jakarta -

Sampai saat ini, progres proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) belum terlihat signifikan. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) menegaskan proses persiapan proyek Jembatan Selat Sunda tak berhenti. Namun ia mengakui proyek ini berjalan lamban.

"Menurut pendapat saya soal Jembatan Selat Sunda, saya tak pernah mengusulkan itu batal. Kalau dibilang berhenti saya tak sepakat, tapi kalau lambat saya sepakat," tegas Djoko saat acara temu pimpinan media massa di Hotel Century Park, Jakarta, Jumat (15/11/2013)

Menurut Djoko, kini kementeriannya tak hanya diam terkait persiapan mega proyek ini. Kementerian PU telah menyiapkan data-data dan informasi termasuk studi soal JSS. Harapannya ketika proyek ini mulai akan digarap maka pemerintah sudah siap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wamen akan pergi ke Malaysia dan Korea, data-data dan studi kita sudah kumpulkan, saatnya nanti yes, kita sudah siap," katanya beralasan.

Sebelumnya, proses groundbreaking atau konstruksi awal mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) batal dilakukan tahun depan. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

"Kalau mau groundbreaking 2014 sudah lewat, kita banyak habis waktu yang nggak perlu," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa beberapa waktu lalu.

Hatta menuturkan yang paling memungkinkan dilakukan tahun depan adalah menyiapkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) JSS. Secara teknis, Kementerian Pekerjaan Umum siap menjadi penanggungjawab FS.

Agus Martowardojo saat menjabat Menteri Keuangan sempat mengusulkan revisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang KSISS. Agus satu-satunya menteri yang menolak feasibility study (FS) dikerjakan oleh swasta dalam hal ini pemrakarsa JSS. Agus ngotot agar studi JSS dilakukan pemerintah melalui APBN, setelah itu ditender ke swasta.

Dalam perkembanganya usulan itu menuai perdebatan karena bakal mengancam kiprah pemrakarsa (pemda Lampung-Banten dan Artha Graha) untuk menyiapkan proyek JSS termasuk studi kelayakan dan basic design.

Masalah ini dibahas di kantor Menko Perekonomian, yang kemudian dibentuk tim 7 sebagai tim inti yang membahas perbaikan maupun rekomendasi terkait persiapan pembangunan JSS.

Sejak Juli 2012 sejatinya masalah ini sudah ada keputusan namun hingga kini sudah hampir satu tahun belum ada hasil. Jembatan Selat Sunda ditargetkan mulai groundbreaking tahun 2014 seperti yang pernah disampaikan Presiden SBY. Proyek jembatan sepanjang 29 km itu rencananya akan menelan dana sedikitnya Rp 100 triliun.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads