Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan pihaknya mempunyai 3 cara (action plan) dalam mengantisipasi kondisi Bandara Soetta saat ini.
"Tentang Bandara Soekarno-Hatta ini karena saking banyaknya penguna jasa maskapai penerbangan yang meningkat 11,8% per tahun. Kita sudah punya 3 action plan untuk antisipasi kondisi bandara Soekarno-Hatta," ungkap Mangindaan di acara Peluncuran Single Sign On (SSO) Karantina dan Layanan Elektronik (E Service) Perizinan Terintegrasi Dalam Kerangka INSW di Hotel Borobuddur, Jakarta, Senin (18/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Soetta saat ini ada pengembangan dan ditargetkan selesai Terminal 3 itu di tahun 2014 dan operasional. Kondisinya di Bandara Soekarno Hatta itu memang sekarang ada 78 penerbangan/jam. Jadi jangan sampai ada senggol menyenggol di udara. Itu betul tetapi kita punya rencana tahun 2011 Terminal 3 groudbreaking dan tahun 2014 selesai," imbuhnya.
Sedangkan cara kedua dan ketiga adalah dengan mendayagunakan Bandara Halim Perdanakusumah di Pondok Gede, Jakarta Timur. Dengan cara ini ia optimis dapat mengurangi tingkat kepadatan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
"Kita usahakan juga sebagian penerbangan ini pindah ke Halim dan rencananya bulan Januari tahun depan selesai. Selain itu juga angkutan udara khusus ibadah haji pindah ke Halim usaha ini sudah ada, tetapi memang kenaikan transportasi udara memang tinggi," katanya.
(wij/dru)











































