Bila mengacu dengan temuan ini, dari hitungan di atas kertas Indonesia sangat berpeluang swasembada kedelai dalam 67 hari.
Kepala Pusat Teknologi Isotop dan Radiasi Batan, Hendig Winarno mengatakan varietas Gamasugen I dan II ini dapat menghasilkan 2,4-2,6 ton kedelai per hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila mengacu pada hitung-hitungan teori, Hendig mengungkapkan dengan lahan persawahan di Indonesia mencapai 7 juta hektare, apabila ada 1 juta hektar saja yang ditanam kedelai maka dalam waktu 67 hari, produksi kedelai di dalam negeri mencapai jutaan ton.
"Dua varietas Gamasugen ini masa panennya hanya 66-68 hari, bisa ditanam pada saat petani selesai panen, bayangkan kalau 1 juta hektare tanah sawah yang tidak terpakai karena menunggu musim tanam padi berikutnya, produksi kedelai nasional bisa mencapai 2,4-2,6 juta ton," ungkap Hendig.
Seperti diketahui kebutuhan kedelai dalam negeri berdasarkan data Badan Pusat Statiftik (BPS) 2012 mencapai 2,5 juta ton per tahun, sementara produksi kedelai nasional cuma sekitar 850.000 ton, kekurangan tersebut ditutupi dari kedelai impoir sebesar 1,65 juta ton, sehingga menguras banyak devisa negara.
"Saya tidak ingin mengklaim ini bisa swasembada kedelai, banyak aspek yang menghambat, salah satunya ketegasan pemerintah, karena menyebarkan kedelai ini tidak lah mudah, meyakinkan petani agar tanam kedelai ini juga tidak mudah," katanya.
(/)










































