Bisnis Seks Melejit, Pendidikan Seks Terjepit

Bisnis Seks di China (4)

Bisnis Seks Melejit, Pendidikan Seks Terjepit

Deddy Sinaga - detikFinance
Senin, 02 Des 2013 16:18 WIB
Bisnis Seks Melejit, Pendidikan Seks Terjepit
Jakarta - Sebanyak tiga video yang berisi pendidikan seks untuk anak-anak di China jadi pergunjingan di ranah maya. Video animasi itu berisi pengetahuan tentang asal bayi, perbedaan anak laki-laki dan perempuan, dan sebagainya.

Video itu dirilis baru-baru ini dan hanya dalam beberapa hari langsung ditonton lebih dari 1.000.000 kali di situs Youku, YouTube-nya China. Pembuatnya adalah tiga orang yang menamakan dirinya Nutcracker Studio.

Di negeri di mana pendidikan seks masih menjadi kontroversi, video itu menjadi topik yang hangat. Tapi para animatornya beralasan, mereka hanya ingin menyajikan informasi mendasar tentang seks kepada anak-anak.
 
Zhao Yilong, sang pembuat video kartun, itu bilang dirinya terinspirasi akan sejumlah skandal percabulan yang terungkap ke publik China. Menurutnya, supaya kasus-kasus itu tak diabaikan, dirinya ingin menyediakan informasi yang bisa dipahami publik.
 
“Anak-anak kecil sangat penasaran tentang seks, jadi kami ingin menjelaskannya secara jelas melalui film kartun,” kata Yilong kepada kantor berita Xinhua.
 
Sebuah studi yang dirilis baru-baru ini oleh koran Beijing News dan Pusat Konseling Psikologis mendapati bahwa sedikitnya satu dari lima orang tua di China telah mengajarkan anak-anaknya bagaimana cara meminta tolong kalau mereka jadi korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya 1 dari tiga orang tua, pada survei yang melibatkan 1.100 responden itu, yang mengatakan telah memberitahu anak-anaknya mana bagian tubuh privat yang tak boleh disentuh oleh orang lain.

Sementara itu, dari 107 anak-anak berusia 7-14 tahun yang disurvei, 38 persen mengatakan mengabaikan perlindungan terhadap tubuh mereka.

Yilong berharap, berbagai metafora yang dipakai dalam animasi itu, akan memberikan ide kepada orang tua bagaimana menyampaikan topik itu kepada anak-anaknya.

Anda tahu, di China umumnya orang tua secara bercanda menjawab pertanyaan anak-anaknya tentang dari mana asal bayi. Mereka akan bilang, “Diambil dari tempat sampah”.

Tapi dalam video itu, Yilong dan timnya meluruskan dengan menyatakan bahwa bayi itu ada akibat kombinasi antara sperma dan sel telur. Lalu, dalam perbandingan antara alat kelamin, disebutkan bahwa itu seperti colokan dan soketnya. Sedangkan pembuahan itu seperti penyuntikan.
 
Liu Wenli, peneliti soal pendidikan seks di Universitas Normal Beijing, mengatakan bahwa popularitas video itu adalah indikasi akan hausnya publik akan informasi. “Internet adalah alat yang efektif dalam pendidikan seks, tapi tak bisa menggantikan orang tua dan sekolah,” katanya.

Sebuah penelitian lain mendapati bahwa 90 persen orang tua mendukung guru untuk memberikan informasi soal seks di kelas. Masalahnya, hanya sedikit sekolah di China yang punya informasi atau program semacam itu.

Hu Zhen, seorang praktisi pendidikan seks, mengatakan pendidikan seks di China itu ketinggalan 60 tahun kalau dibandingkan dengan Swedia dan negara berkembang lainnya. Dia bilang, hanya 10 dari 180.000 sekolah dasar di China dan 500-600 sekolah menengah dari 500.000 sekolah menengah yang punya program pendidikan seks.

(DES/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads